Penurunan Produktivitas Gol Jadi Kekhawatiran Barcelona di Bawah Hamza Abdelkarim

Jakarta, Maret.id — Barcelona menghadapi tantangan serius dalam hal produktivitas gol setelah ditinggal oleh Robert Lewandowski. Pemain asal Polandia itu mencetak rata-rata 30 gol per musim selama empat tahun bersama klub Catalan tersebut.
Keberangkatan Ferran Torres, yang berpotensi pindah ke Paris Saint-Germain, semakin memperburuk situasi tim. Torres memiliki rata-rata hampir 20 gol dalam perannya di Barcelona dan telah menyampaikan keinginannya untuk meninggalkan klub.
Rekrutmen Julian Alvarez kini menjadi prioritas mendesak bagi Barcelona untuk menutupi kekosongan yang ditinggalkan oleh kedua pemain tersebut. Dalam pertandingan persahabatan melawan Udinese, pelatih Julian Flick mengandalkan Raphinha, Fermin, Ademi, Bicio, dan Hamza sebagai penyerang utama.
Flick, yang baru menjabat sebagai pelatih Barcelona, saat ini menunggu kedatangan Lamine Yamal dan Dani Olmo. Kedua pemain tersebut juga diharapkan dapat menyumbangkan gol untuk tim di musim mendatang.
Selama periode persiapan musim 2024-2025, Barcelona hanya mampu mencetak 7 gol dari 5 pertandingan. Namun, pada musim kedua, 2025-2026, penampilan tim membaik dengan mencetak 20 gol dari 4 kemenangan, termasuk melawan Vissel Kobe dan FC Seoul.
Kedatangan pemain internasional diharapkan dapat memperkuat skuad Barcelona, meski sebagian besar pemain yang kembali dari Piala Dunia memiliki kecenderungan defensif. Yamal dan Olmo menjadi pengecualian, sedangkan Ferran berharap dapat segera menyelesaikan transfernya sebelum bergabung kembali dengan tim.
“Barcelona masih memiliki potensi besar, namun tanpa penyerang tajam, mereka harus beradaptasi cepat.” ujar Rudi Hartono, seorang komentator sepak bola Indonesia. “Kami berharap Flick dapat menemukan cara untuk mengoptimalkan skuad yang ada.”





