Politik

Penanganan Karhutla Optimalkan Jalur Darat dan Udara

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia berupaya maksimal dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat kemarau ekstrem. Langkah ini dijelaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, pada Senin, 10 Agustus 2026.

Djamari menjelaskan bahwa pihaknya telah menangani sekitar 107 ribu hektar lahan yang terbakar, meskipun terdapat kendala dalam penggunaan operasi modifikasi cuaca (OMC). “Kalau Satgas (satuan tugas) Darat banyak sekali yang disiapkan. Banyak sekali dan kekuatan yang tercantum cukup banyak di darat, melihat situasi seperti sekarang ini upaya yang paling tepat, operasi yang paling tepat dilakukan adalah yang efektif,” tegas Djamari.

Lebih lanjut, Djamari mengungkapkan bahwa OMC melalui udara juga sudah dilaksanakan oleh Satgas Udara. Mereka telah mengerahkan sekitar 43 helikopter dan 10 hingga 15 pesawat fixed wing sesuai kebutuhan. “Operasi udara sebetulnya sangat efektif, menimbulkan hujan buatan yang dilakukan oleh BNPB. Itu yang paling efektif. Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi yaitu kita harus menemukan ada awan hujan,” kata Djamari.

Dalam situasi kemarau ekstrem akibat fenomena El Niño, Djamari menyatakan bahwa syarat untuk menghasilkan hujan buatan tidak dapat dipenuhi. “Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan,” sambungnya. Dia menekankan pentingnya kewaspadaan akan perubahan cuaca yang mungkin dapat memunculkan awan hujan.

Djamari memastikan seluruh metode penanganan untuk mencegah meluasnya Karhutla akan tetap dimaksimalkan. “Tetapi keadaan yang sekarang tidak bisa hanya menunggu operasi udara, menunggu awan hujan itu ada. Walaupun berdasarkan perkiraan sekarang ini, dalam beberapa hari ke depan, kemungkinan ada awan hujan,” imbuh Djamari.

Dia berharap adanya hujan menjelang 17 Agustus akan membawa berkah. “Tetapi operasi darat pun tetap dilakukan, dengan air yang di darat bermacam-macam cara kita untuk melakukan itu,” tutup Djamari. Dalam jumpa pers ini, hadir pula Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, serta perwakilan dari Polri dan TNI.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button