Wasit Somalia Omar Artan ungkap patah hati di Piala Dunia

Jakarta, Maret.id — Omar Artan bersiap untuk mencetak sejarah sebagai wasit non-Eropa pertama yang memimpin UEFA Super Cup. Perjalanannya menuju momen bersejarah di Salzburg penuh tantangan, baik pribadi maupun profesional.
Artan, 34 tahun, harus menghadapi kekecewaan setelah tidak dapat turut serta di Piala Dunia FIFA 2026 karena masalah visa. “Itu adalah periode yang sangat sulit,” aku Artan kepada UEFA.com. “Banyak orang bersimpati kepada saya, karena ketika seseorang telah bekerja selama bertahun-tahun dan seharusnya melakukan sesuatu, lalu tidak bisa melakukannya, itu sangat menantang.”
Meski merasakan sakit karena absen di turnamen di Amerika Utara, ketangguhan Artan membawanya ke penunjukan bersejarah di Eropa. Ia akan memimpin pertandingan Piala Super Eropa antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa dengan tim ofisial yang seluruhnya berasal dari Afrika.
Kesuksesan Artan tidak terlepas dari ketekunannya yang dimulai jauh sebelum mencapai panggung internasional. “Saya beruntung, tetapi saya telah bekerja sangat keras untuk berada di sini dan saya benar-benar bangga,” ujarnya. “Saya tumbuh dalam situasi yang sulit, tetapi itu tidak menghalangi saya untuk mengejar impian saya.”
Sejak terdaftar sebagai ofisial pertandingan FIFA pada 2018, ia telah menjadi simbol kemajuan perwasitan Afrika, termasuk menjabat sebagai wasit Somalia pertama yang memimpin pertandingan di Piala Afrika 2024. Presiden CAF Dr Patrice Motsepe menekankan pentingnya penampilan Artan, mengatakan, “Ini adalah kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi wasit Afrika.”
Penunjukan Artan untuk laga antara PSG dan Aston Villa menjadi momen bersejarah dalam kerjasama UEFA dan CAF. Ia menyebut ini sebagai awal baru, berkata, “Ini akan menjadi pertandingan pertama saya di Eropa. Menjalani petualangan, menciptakan kenangan, dan mempelajari hal-hal baru selalu menyenangkan.”
Artan juga mengekspresikan kebahagiaannya atas dukungan komunitas, “Ketika kami mendapat panggilan ini, bagi saya dan keluarga saya, ini benar-benar menjadi momen yang sangat, sangat membahagiakan.”
Saat bersiap menghadapi sorotan di Red Bull Arena, Artan berkomitmen untuk memanfaatkan platformnya demi menginspirasi orang lain. “Saya percaya bahwa jika saya bisa sukses, siapa pun juga bisa. Jangan pernah berhenti bermimpi,” ujarnya.
Reaksi positif muncul dari kalangan penggemar sepak bola Indonesia, yang merasakan kebanggaan dengan keberhasilan Artan. “Sungguh luar biasa melihat wasit Afrika mampu memimpin di pentas Eropa. Ini menunjukkan bahwa kesempatan bisa datang dari mana saja, termasuk negara-negara yang tidak diunggulkan,” kata seorang penggemar sepak bola di Jakarta.





