Politik

PKS Memutuskan Tidak Jadi Oposisi di Era Prabowo

Jakarta, Maret.id — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan bahwa hubungan politik dengan Presiden Prabowo Subianto telah terjalin lama dan berlangsung baik, meski ada perbedaan posisi dalam beberapa kontestasi politik.

Pernyataan ini disampaikan oleh politikus PKS Haru Suandharu yang menjelaskan komunikasi antara PKS dan Prabowo, terutama saat Prabowo memutuskan bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Haru menjelaskan bahwa Prabowo terlebih dahulu berkomunikasi dengan PKS sebelum menerima tawaran sebagai Menteri Pertahanan. “Waktu beliau mau gabung di pemerintahan Jokowi kan ngobrol,” kata Haru.

Setelah Pilpres 2019, Haru menuturkan Prabowo secara terbuka menyampaikan keputusannya untuk bergabung dengan pemerintahan Jokowi. “Pak Prabowo pamit ke PKS, ‘Saya mau gabung dengan Pak Jokowi,'” tuturnya.

Ia menekankan bahwa PKS memilih untuk tetap berada di luar pemerintahan, sebagai bentuk komitmen menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah. “Pak Prabowo gentle. Dengan kita ngobrol, ‘Saya mau gabung’. Terus PKS lewat Majelis Syura bilang kita tetap oposisi,” jelasnya.

Haru menegaskan bahwa perbedaan posisi politik tidak merusak hubungan antara PKS dan Prabowo. “Makanya enggak ada cerita jelek kita tuh dengan Pak Prabowo,” tegasnya.

Ia juga menyinggung sikap PKS saat menjadi bagian dari tim kampanye Anies Baswedan di Pilpres 2024. “Waktu saya juga jadi ketua tim kampanye Anies, enggak ada satu kata pun yang keluar dari tim kampanye kita begini begitu,” ungkapnya.

Haru menambahkan, keputusan PKS untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran dilakukan tanpa meninggalkan persoalan dengan Prabowo. “Waktu kita memutuskan dukung Anies di 2024 kita juga baik-baik,” katanya.

Haru menilai hubungan baik yang terjalin selama bertahun-tahun menjadi alasan PKS tidak melihat perlunya untuk terus berada di posisi oposisi setelah Prabowo menjadi Presiden. “Kita berkawan baik, dukung beliau 10 tahun, sekarang jadi Presiden. Kenapa jadi harus oposisi?” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button