Nasional

Kemenkop Tegaskan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi dan LPDB

Jakarta, Maret.id — Kementerian Koperasi Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui hilirisasi sawit berbasis koperasi. Pernyataan ini disampaikan dalam Seminar Nasional Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi yang diadakan di Gedung OPP Room Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin pada Selasa (11/8), dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta.

Peserta seminar terdiri dari petani sawit, asosiasi, kelompok tani, perangkat daerah, dan pengurus koperasi. Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani menjadi pembicara utama, dengan Deputi Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi Panel Barus sebagai moderator.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Bupati Musi Banyuasin Toha Tohet, dan Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdur Rohman Husen juga hadir dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, serta Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman.

Dalam pemapatannya, Mohammad Abdul Ghani menyatakan komitmen PT Agrinas Palma Nusantara untuk berkolaborasi dengan koperasi petani sawit dalam pengelolaan kebun dan hilirisasi. “Koperasi harus menjadi mitra strategis utama dalam pengelolaan industri sawit, bukan hanya pihak swasta,” ucap Mohammad Abdul Ghani, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menggarisbawahi dukungan pemerintah terhadap kerja sama antara petani sawit rakyat dan PT Agrinas Palma Nusantara. Ia menekankan perlunya penguatan peran koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat di tengah dominasi sektor swasta.

Ferry mengacu pada semangat Pasal 33 Ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar dalam membangun model pengelolaan sawit yang berkeadilan. “Kami akan membantu dan mendampingi koperasi petani sawit yang mengelola lahan bersama Agrinas Palma,” ujar Ferry.

Ia mendorong koperasi-koperasi sawit untuk mendirikan pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) secara mandiri. Dengan memanfaatkan skema pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi, diharapkan koperasi bisa berkontribusi lebih besar dalam rantai industri sawit nasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button