Fulham Jelaskan Alasan Menyerahkan Adu Penalti pada Malaga

Jakarta, Maret.id — Fulham secara mengejutkan menyerah dalam adu penalti melawan Malaga di Trofi Costa del Sol setelah pertandingan berakhir imbang 2-2 di Stadion La Rosaleda pada Rabu malam. Keputusan ini diambil akibat tidak adanya klausul adu penalti dalam kontrak pertandingan serta jadwal penerbangan pulang yang mendesak.
Penolakan tersebut mengakibatkan trofi langsung diberikan kepada Malaga, yang dilihat oleh 17.179 penonton. Malang bagi Fulham, keputusan tersebut terpaksa diambil saat gol penyama kedudukan Malaga dicetak melalui penalti oleh Eneko Jauregi.
Manajemen Fulham menyatakan bahwa tidak ada kesepakatan mengenai adu penalti sebelumnya. “Adu penalti bukan bagian dari kesepakatan awal untuk laga persahabatan ini,” kata seorang pejabat dari Malaga. Tim tamu khawatir bahwa perpanjangan waktu pertandingan akan mengganggu perjalanan mereka kembali ke London.
Ketegangan meningkat ketika manajer baru Fulham, Alvaro Arbeloa, mendapat kartu merah karena protes keras terhadap keputusan wasit. Setelah peluit akhir dibunyikan, para pemain Fulham terlihat berdiskusi dengan ofisial sebelum meninggalkan lapangan.
Laga ini memberikan momen langka di mana Malaga meraih trofi tanpa melalui adu penalti. Sementara itu, Fulham tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki taktik menjelang musim kompetitif dengan menghadapi Stuttgart di laga uji coba terakhir mereka.
Persiapan Fulham akan diuji lebih lanjut saat mereka memulai kampanye Premier League melawan Chelsea pada akhir Agustus. Pendukung sepakbola di Indonesia sangat menantikan performa tim asal London ini, terutama menjelang laga besar di kompetisi domestik. “Kami berharap Fulham bisa menunjukkan permainan yang lebih baik di Premier League nanti.” kata Budi, seorang penggemar sepak bola lokal.





