Politik

GMNI Dukung Revitalisasi PPHN Jelang Pidato Prabowo

Jakarta, Maret.id — Menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026, Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) mendesak agar Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) dihidupkan kembali.

PPHN dianggap sebagai konsensus nasional yang krusial untuk menjaga kesinambungan pembangunan jangka panjang. Hal ini penting agar arah pembangunan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik saat pergantian pemerintahan.

Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI, Abdy Yuhana, menyampaikan pendapat tersebut selama pernyataan kebangsaan bertajuk Ambeg Paramarta di Kantor DPP PA GMNI, Cikini, Jakarta Pusat. “Pembangunan nasional jangka panjang memerlukan haluan yang mantap agar agenda strategis bangsa tidak berubah-ubah secara fundamental setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan nasional,” ujar Abdy.

Ia juga menambahkan, “Kita memerlukan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai konsensus nasional melalui mekanisme yang konstitusional, demokratis, dan partisipatif.” Menurutnya, tanpa arah negara yang tegas, pengelolaan potensi ekonomi dan pembangunan daerah dapat kehilangan fokus.

Abdy berpendapat bahwa momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus dijadikan kesempatan untuk mengembalikan nilai Ambeg Paramarta. Ia menjelaskan, “Ambeg Paramarta bukan sekadar ungkapan filosofis, ia harus menjadi watak penyelenggaraan negara.”

Sebagai tanggung jawab moral kepada masyarakat, DPP PA GMNI merumuskan lima agenda politik strategis. Pertama, memperkuat Pancasila sebagai paradigma pembangunan untuk meratakan akses kemakmuran di seluruh daerah. Kedua, mengembalikan tata kelola ekonomi sesuai Pasal 33 UUD 1945 untuk menjaga ketahanan fiskal.

Ketiga, DPP PA GMNI menekankan pentingnya etika dalam penyelenggaraan negara dan meritokrasi. Keempat, mereka menyerukan penegakan hukum dan demokrasi yang adil serta bebas diskriminasi.

Kelima, mereka menyerukan kedaulatan politik luar negeri yang bebas dan aktif, dengan kemandirian dalam diplomasi dan pertahanan nasional. “Kita tidak boleh menjadi subordinat kepada kekuatan global mana pun,” tambah Abdy.

Dengan langkah-langkah ini, PA GMNI berharap untuk mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan yang sejalan dengan kepentingan rakyat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button