Politik

Siswa Diduga Terdampak MBG, Doding Minta Pengawasan SPPG Diperketat

Jakarta, Maret.id — Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, mendesak agar pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperketat. Permintaan ini muncul setelah beberapa siswa mengalami gangguan kesehatan usai mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Doding menegaskan pentingnya memastikan kelayakan makanan sebelum didistribusikan kepada siswa. Ia menyebut bahwa program MBG difokuskan pada anak-anak, sehingga keamanan dan kesehatan makanan harus menjadi prioritas utama.

“Harapannya jangan sampai kejadian-kejadian yang melibatkan siswa sebagai penerima program terjadi lagi. Karena ini berkaitan dengan kesehatan anak-anak juga, maka dari itu pengawasan harus diperketat lagi ke depan,” tegas Doding.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Doding menjenguk siswa yang sedang dirawat di RSUD dr Soedomo Trenggalek بسبب dugaan gangguan pencernaan setelah mengonsumsi menu program MBG.

Doding menekankan bahwa pengawasan harus mencakup seluruh aspek pengelolaan dapur SPPG, termasuk kebersihan dan kelayakan sarana serta prasarana pendukung. “Dapur-dapur juga harus jadi pengalaman. Karena ini berkaitan dengan anak-anak pelajar,” sambung Doding, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek.

Sebelumnya, masalah kesehatan ini dilaporkan terjadi pada siswa SD Integral Luqman Al Hakim, di mana salah satu siswa memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Sekitar 30 siswa lainnya juga melaporkan keluhan serupa, meskipun sebagian besar telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang.

Di SMPN 1 Trenggalek, lebih dari 400 siswa mengalami gangguan pencernaan. Namun, Doding mengingatkan untuk tidak terburu-buru dalam menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah melakukan pengujian sampel makanan, dan hasil laboratorium saat ini sedang ditunggu. “Yang lebih utama yakni kesehatan anak-anak. Apalagi, kasus itu sudah ditangani Pemkab Trenggalek dengan melakukan uji sampel makanan. Hasil lab belum keluar,” papar Doding.

Kunjungan Doding ke rumah sakit bertujuan untuk memastikan bahwa siswa yang terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan optimal. Ia berkoordinasi dengan manajemen RSUD dr Soedomo untuk mengetahui perkembangan kondisi siswa yang dirawat.

“Mudah-mudahan segera pulih. Kami juga tanya langsung ke manajemen rumah sakit bagaimana perkembangannya. Dan pelayanan kesehatan sudah sesuai dengan prosedur. Intinya sudah membaik kondisi kesehatannya,” imbuh Doding.

Terkait kemungkinan DPRD memanggil pengelola dapur SPPG, Doding menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut, termasuk hasil pemeriksaan sampel makanan. Ia menegaskan bahwa evaluasi tetap diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan MBG di Kabupaten Trenggalek dapat berjalan sesuai dengan prinsip keselamatan penerima manfaat.

Doding juga mengimbau Pemkab Trenggalek dan Satgas MBG untuk meningkatkan koordinasi dan pengawasan di seluruh rantai penyediaan makanan, dari proses pengolahan hingga makanan diterima siswa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button