Nasional

Kemensos dan SP2MI Programkan PKBM untuk 4 Juta Anak Tidak Sekolah

Jakarta, Maret.id — Kementerian Sosial (Kemensos) dan Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui penyetaraan pendidikan. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Kemensos pada Kamis, 13 Agustus 2026, dihadiri oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua Umum SP2MI Amirudin.

“Kita menemukan banyak orang di jalan, yang tidak sekolah, ATS itu 4 juta lebih, itu data resminya, saya kira selalu data kita fenomena gunung es, bisa jauh lebih besar,” ucap Gus Ipul. Ia menambahkan bahwa banyak anak yang tidak melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP.

Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari Silaturahmi Nasional (Silatnas) SP2MI 2026 yang diadakan pada 15 Juni 2025. Dalam kolaborasi ini, Kemensos akan menyediakan tempat untuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menggunakan Gedung Sekolah Rakyat yang tidak terpakai.

SP2MI akan menyiapkan tenaga pengajar untuk mendidik anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal. “Ini kerja sama mulai kecil-kecil dulu, nanti secara nasional,” ujar Gus Ipul mengenai penyediaan tenaga pengajar tersebut.

Sebagian besar anggota SP2MI berasal dari berbagai daerah dan aktif dalam pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C. Gus Ipul menekankan pentingnya sinergi dengan program Sekolah Rakyat. Calon siswa yang sebelumnya putus sekolah bisa melakukan penyetaraan pendidikan di PKBM sebelum melanjutkan pendidikan formal.

“Karena (Sekolah Rakyat) ini kan menjangkau orang-orang yang tidak masuk sistem pendidikan formal, karena biaya, banyak sebab lah, terutama karena ekonomi,” jelasnya. Gus Ipul menekankan bahwa setiap individu harus diberikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan, meskipun mereka telah berusia lebih tua.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button