Nasional

Menhut Raja Juli Antoni Tanggapi Karhutla yang Capai 202 Ribu Hektar

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia mengintensifkan upaya antisipasi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Langkah tegas ini diambil untuk mencegah meluasnya kebakaran serta meminimalkan dampaknya terhadap kesehatan dan pendidikan masyarakat.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, secara daring pada Kamis, 13 Agustus 2026. “Kondisi karhutla tahun ini perlu mendapat perhatian serius karena fenomena El Nino terjadi lebih cepat,” kata Raja Juli.

Data yang diajukan selama rapat menunjukkan bahwa luas kebakaran hutan dan lahan hingga Juli 2026 mencapai sekitar 202.004 hektare. Dari angka tersebut, sekitar 57 persen kebakaran terjadi di kawasan hutan, sementara 43 persen berada di area penggunaan lain (APL). Angka ini bahkan telah melampaui luas kebakaran pada periode yang sama di tahun 2019 dan 2023.

“Climate change is real,” ujar Raja Juli. Ia menambahkan bahwa perubahan iklim telah memengaruhi pola serta intensitas fenomena El Nino yang lebih kuat. Hal ini berisiko meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran di berbagai wilayah.

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada provinsi-provinsi yang selama ini menjadi prioritas dalam pengendalian karhutla, antara lain Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. Namun, pihak pemerintah juga menemukan adanya perubahan pola dan lokasi kebakaran yang perlu dicermati lebih lanjut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button