Cegah Stunting, Pulung Dukung Edukasi Gizi dan Pangan Aman di Desa

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, menekankan pentingnya penguatan edukasi gizi dan keamanan pangan di tingkat desa dalam rangka pencegahan stunting di Kabupaten Kediri.
Ia mengungkapkan bahwa pemenuhan gizi yang baik harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat untuk memastikan bahwa pangan yang dikonsumsi aman. Pulung menyampaikan pernyataan tersebut saat berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kediri dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, pada Rabu (12/8/2026).
Pulang, yang juga berperan sebagai bapak asuh pencegahan stunting di daerah tersebut, menilai edukasi langsung kepada masyarakat sangat penting untuk memutus rantai stunting dari lingkungan keluarga. “Edukasi mengenai gizi dan keamanan pangan harus disampaikan langsung ke masyarakat akar rumput. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat dan berdaya saing,” kata Pulung.
Menurut Pulung, isu stunting tidak hanya berkaitan dengan kuantitas makanan, tetapi juga kualitas dan keamanan pangan yang dikonsumsi oleh keluarga, terutama anak-anak. Ia menekankan bahwa masyarakat harus memiliki pengetahuan tentang cara memilih bahan pangan, mengolah makanan secara higienis, dan memastikan produk yang dikonsumsi aman.
Dalam kegiatan tersebut, BBPOM Kediri memberikan edukasi praktis mengenai cara memilih, mengolah, dan mengonsumsi makanan secara aman. Pulung berharap pengetahuan ini mampu mendorong keluarga untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.
Selain itu, ia mendukung pemanfaatan potensi bahan pangan lokal yang dikelola secara higienis. Langkah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga sekaligus memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa.
Pencegahan stunting, menurut Pulung, memerlukan keterlibatan masyarakat secara langsung. Ia memperingatkan bahwa pemerintah dan lembaga terkait tidak cukup hanya memberikan program tetapi juga harus memastikan masyarakat dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Pendiwan, juga hadir dan mengapresiasi sinergi antara BBPOM Kediri dan DPR RI dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. “Kami mengapresiasi sinergi antara BPOM dan DPR RI yang turun langsung menyapa warga di Kecamatan Kandangan. Program edukasi seperti ini sangat dibutuhkan warga desa untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi dan konsumsi makanan yang aman,” tutur Pendiwan.
Ia menekankan bahwa edukasi yang dilakukan di desa dapat memperkuat langkah preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat. Pengetahuan tentang keamanan pangan dan pemenuhan gizi diharapkan tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga diterapkan dalam pola konsumsi keluarga.
Dengan penguatan edukasi mulai dari tingkat rumah tangga, pencegahan stunting diharapkan dapat menghindari permasalahan pertumbuhan pada anak dan mencegah munculnya kasus baru.





