Ibrox dihujani cemoohan saat Rangers tersingkir dari Liga Europa

Jakarta, Maret.id — Masa jabatan Derek McInnes sebagai manajer Rangers menghadapi krisis awal musim setelah timnya tersingkir dari babak kualifikasi Liga Europa oleh Jagiellonia Bialystok. Hasil imbang 1-1 di Ibrox memastikan kekalahan agregat 3-2, yang memaksa Rangers untuk berlaga di play-off Conference League.
McInnes tidak mendapatkan masa bulan madu yang diharapkannya. Kemarahan suporter terlihat pada Kamis malam setelah timnya tidak meraih satu pun kemenangan dalam empat pertandingan kompetitif. Ini adalah kegagalan lebih lanjut di arena Eropa, yang dilatarbelakangi oleh rangkaian hasil buruk di kompetisi domestik.
Atmosfer di stadion setelah pertandingan sangat tegang. Suara siulan suporter tampak menggema saat kenyataan kekalahan agregat 3-2 menyelimuti stadion. Rangers, yang datang ke leg kedua dengan tertinggal 2-1, terlihat tidak padu dan kehilangan identitas taktik meskipun ada sembilan rekrutan baru di musim panas.
Ada sejenak harapan saat kapten Lawrence Shankland, pada menit ke-19, menyamakan kedudukan agregat lewat penalti. Namun, Rangers memulai laga dengan formasi 3-5-2 yang eksperimental akibat kekurangan pemain akibat cedera. Taktik ini menjadikan permainan berlangsung terbuka dan kacau.
Di babak kedua, McInnes mengganti formasi menjadi empat bek untuk memperbaiki situasi. Namun, Jagiellonia Bialystok tetap tampil percaya diri dan mengambil kendali permainan. Setelah Nik Prelec menyamakan kedudukan pada menit ke-65, Rangers kesulitan untuk kembali menciptakan peluang berarti.
Kekalahan ini memaksa Rangers untuk menjalani babak play-off Conference League melawan Jablonec, yang jelas jauh dari ambisi awal mereka. Ini juga membawa dampak finansial yang berat, terutama setelah investasi besar pada skuad di musim panas.
McInnes tidak punya waktu untuk meratapi kekalahan. Laga babak 16 besar Premier Sports Cup melawan St. Mirren akan segera dihadapi. Dukungan ataupun ketidakpuasan suporter di Ibrox hanya akan semakin meningkat jika McInnes tidak menemukan solusi untuk mengoptimalkan pemain-pemain bertalenta yang dimiliki.
“Rangers harus segera berbenah, jika tidak, mereka akan terus mengalami kesulitan,” kata Taufik, seorang penggemar sepak bola Indonesia yang selalu mengikuti perkembangan liga Eropa. “Kami mengharapkan tim dengan sejarah hebat bisa kembali ke jalur kemenangan.”





