Charles Honoris Sebut Kasus Keracunan MBG Hampir Setiap Hari

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyatakan bahwa kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meningkat sejak Sudaryono menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Saat ini, jumlah kasus keracunan yang terdeteksi telah melebihi 45 ribu. “Per hari ini kita sudah melihat lebih dari 45 ribu kasus keracunan di program MBG ini. Sejak Pak Sudaryono dilantik sebagai Kepala BGN, hampir setiap hari terjadi kasus keracunan di berbagai kota di Indonesia, kecuali pada hari-hari libur,” ucap Charles di DPR RI, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia menyebutkan kejadian keracunan terbaru di Sumatera Utara sebagai contoh. Menurutnya, hal ini menunjukkan masalah keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG belum sepenuhnya tertangani. Persoalan utama bukan hanya berkaitan dengan kondisi dapur produksi, tetapi juga sistem distribusi makanan yang masih terpusat.
Ahli gizi dan ahli keamanan pangan mengingatkan bahwa makanan yang dibiarkan pada suhu ruang terlalu lama berisiko mengalami kontaminasi. Untuk itu, distribusi dari dapur terpusat ke sekolah perlu dievaluasi lebih lanjut. “Ketika makanan dibiarkan di suhu ruang lebih dari empat jam, risiko kontaminasi juga semakin tinggi,” kata Charles.
Dia menambahkan bahwa perbaikan fasilitas dapur MBG, termasuk pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), belum cukup untuk mencegah kasus keracunan jika pola distribusi dan penyajian makanan tidak diubah. Saat ini, ada sekitar 27 ribu dapur yang mendukung program MBG.
Meskipun seluruh dapur diperbaiki dan memenuhi standar sanitasi, risiko keracunan masih mungkin muncul jika makanan tidak dikonsumsi dalam waktu yang tepat.





