Alvarez bantah minta maaf pada Atletico dan ajukan pertemuan soal masa depan

Jakarta, Maret.id — Penyerang asal Argentina, Julian Alvarez, kembali berlatih dengan Atletico Madrid minggu ini, meskipun masa depannya masih penuh ketidakpastian.
Menurut laporan dari surat kabar Spanyol “Sport”, walaupun telah menggelar diskusi awal dengan pelatih Diego Simeone, Alvarez tetap berkeberatan. Ia merasa waktunya di Atletico Madrid telah berakhir dan berusaha mencari jalan keluar di musim panas ini, dengan Barcelona menjadi tujuan impiannya.
Konflik ini melampaui pernyataan yang disampaikan Alvarez selama Piala Dunia. Ia merasa dikhianati oleh Atletico Madrid yang tidak memenuhi janji yang diberikan beberapa bulan sebelumnya, berdasarkan informasi dari sumber dekatnya.
Beberapa pekan terakhir, CEO Miguel Angel Gil Marin dikabarkan menjanjikan untuk memfasilitasi kepergiannya jika ada tawaran yang baik. Bahkan, Barcelona telah menyiapkan tawaran senilai 100 juta euro, tetapi pihak Rojiblancos menolak untuk bernegosiasi.
Karena itu, Alvarez memutuskan untuk mengambil langkah proaktif dan menyatakan keinginannya untuk pergi secara terbuka. Di Piala Dunia, ia mengisyaratkan, “Yang terbaik bagi semua pihak adalah kepindahan,” menegaskan niatnya untuk mewujudkan impian tersebut. Pernyataan ini memicu reaksi kuat dari Gil Marin, yang menegaskan bahwa Atletico Madrid tidak berencana untuk melepas hak atas pemainnya.
Walaupun Alvarez kembali ke Madrid, situasi tetap tidak berubah. Alvarez telah menjelaskan posisinya kepada Simeone, yang mengungkapkan bahwa ia ingin memasukkan Alvarez ke dalam rencana musim ini. Pembicaraan berlangsung baik, namun kedua belah pihak tetap berpegang pada pendirian masing-masing—Alvarez ingin pergi, sementara Simeone berharap dapat mengandalkannya.
Di sisi lain, Atletico Madrid menegaskan bahwa mereka tidak akan berkompromi atau bernegosiasi mengenai kepergian Alvarez. Klub mengharapkan agar pemain tersebut meminta maaf atas pernyataannya dan fokus pada latihan. Atletico bahkan mengutip kasus Antoine Griezmann sebagai contoh untuk membangun kembali hubungan dengan suporter.
Menurut jaringan “ESPN”, terlepas dari kabar yang beredar, Alvarez tidak meminta maaf kepada rekan setimnya mengenai pernyataan publiknya. Sikapnya tetap kokoh, sama seperti saat ia berbicara di Piala Dunia.
Langkah selanjutnya yang diambil oleh pihak Alvarez adalah memohon untuk mengadakan pertemuan dengan Miguel Angel Gil Marin. Media “TyC Sports” melaporkan bahwa mereka ingin menyelesaikan krisis ini sebelum penutupan bursa transfer.
Alvarez ingin mengingatkan manajemen Rojiblanco tentang janji yang ia terima sebelum konflik ini terjadi. Ia merasa sudah memenuhi kewajibannya dan tidak mengerti mengapa sikap Atletico Madrid telah berubah.
Reaksi penggemar sepak bola di Indonesia cukup menarik. Banyak pendukung Barcelona di tanah air yang berharap Alvarez akan segera bergabung dengan klub kesayangan mereka, mengingat performa gemilang yang ia tunjukkan. “Saya rasa Alvarez akan sangat cocok di Barcelona, ini saat yang tepat,” ujar Arif, seorang penggemar sepak bola di Jakarta.





