Lombok Bergetar saat Gempa NTT M7,7, Ini Kesaksian Warga

Jakarta, Maret.id — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA. Pusat gempa terletak 38 km Timur Laut Mbay Nagekeo dengan kedalaman 15 km.
Getaran gempa dirasakan hingga Pulau Lombok, memaksa banyak warga untuk keluar dari rumah. “Gempa-gempa, terasa masih mengayun dan kuat,” kata Lintar, seorang warga Jafana Garden, Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa ini memiliki koordinat 8.4 Lintang Selatan dan 121.39 Bujur Timur. Selain itu, BMKG menyatakan bahwa gempa ini berpotensi menyebabkan tsunami.
Gempa saat ini mengingatkan masyarakat pada bencana gempa berkekuatan Magnitudo 7.0 yang melanda Lombok pada tahun 2018, yang menyebabkan trauma mendalam bagi penduduk setempat, khususnya di Lombok Utara. “Trauma aja dengan gempa berkekuatan 7.0,” ujar Aujarnya, seorang warga yang merasakan dampaknya.
Akibat gempa ini, terdapat kerusakan signifikan, termasuk korban jiwa dan luka. Meskipun demikian, masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa sambil tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Warga juga khawatir akan dampak gempa susulan, mengingat pengalaman pahit pasca-gempa pada tahun 2018. Situation yang memicu kekhawatiran ini membuat masyarakat terus memantau informasi terbaru dan tetap siap menghadapi kemungkinan terburuk.





