Nasional

Update Kondisi NTT Pasca Gempa M7,7, RS Lapangan dan Pengungsi

Jakarta, Maret.id — Pemerintah terus berupaya menangani dampak gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang terjadi di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Tim gabungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tidak henti-hentinya melakukan penyisiran untuk mendata dan memverifikasi jumlah korban.

“Untuk mendukung layanan medis kedaruratan, sebuah Rumah Sakit Lapangan telah didirikan dan beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai,” ucap Berton S.P. Panjaitan, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Berton menambahkan bahwa akses mobilitas logistik dan evakuasi sudah terhubung dari Larantuka ke Maumere. “Namun, tim penanganan masih berupaya mencari jalur alternatif lain lantaran akses jalan darat penghubung Ende ke Nagekeo hingga kini masih terputus akibat gempa,” imbuhnya.

Bencana ini menyebabkan lebih dari 5.000 orang mengungsi, dengan 47 korban jiwa tercatat. Berdasarkan data terbaru BNPB per Minggu (16/8) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka, mencapai 3.356 jiwa. Mereka terdistribusi di GOR Samador dengan 1.356 jiwa dan 2.000 jiwa secara mandiri di sepuluh titik pengungsian.

Di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi tercatat 2.078 jiwa. Selain itu, sebanyak 500 jiwa juga berada di Nagekeo, sementara beberapa wilayah lain di provinsi berbeda turut merasakan dampaknya, seperti Bima dan Kepulauan Selayar. “Pemenuhan hak-hak dasar dan logistik di pengungsian kini menjadi salah satu prioritas penanganan darurat,” ucap Berton.

Kebutuhan mendesak para penyintas di Kabupaten Manggarai terdiri dari puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, dan pasokan air bersih.

Merespons situasi ini, Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses surat keputusan untuk menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Langkah serupa juga diambil resmi di tingkat kabupaten atau kota yang terdampak.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button