Politik

Kemendikdasmen Harus Segera Tanggapi Dampak Gempa NTT

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia didesak untuk segera mengambil langkah cepat dalam memulihkan fasilitas pendidikan yang rusak akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu siang, 16 Agustus 2026, tercatat sedikitnya 93 fasilitas pendidikan, mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK, mengalami kerusakan.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan pentingnya pemetaan komprehensif terhadap kondisi sekolah, tenaga pengajar, dan siswa. “Kerusakan sekolah harus segera dipetakan secara menyeluruh, termasuk kondisi bangunan, sarana pembelajaran, guru, dan peserta didik,” tegas Hetifah Sjaifudian.

Ia menekankan bahwa data yang akurat sangat penting agar penanganan tidak terlambat dan bantuan tepat sasaran. Politikus Golkar ini juga mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan sekolah.

Selama masa darurat, pemerintah diwajibkan menyediakan ruang belajar sementara dan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak di pengungsian. “Akses pendidikan tidak boleh terputus. Anak-anak tetap harus mendapatkan ruang yang aman untuk belajar dan bermain selama proses pemulihan berlangsung,” sambung Hetifah.

Ia menambahkan, proses pemulihan harus lebih dari sekadar memperbaiki fisik bangunan. “Jangan hanya membangun kembali fisik sekolahnya. Perangkat pembelajaran dan kebutuhan dasar siswa terdampak juga harus dipastikan tersedia,” pungkas Hetifah.

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026. Pusat gempa terdeteksi berada di laut, tepatnya 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button