Risma dan Ganjar Temui Pengungsi Gempa di Flores, DPD PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Jajaran DPP PDI Perjuangan bergerak cepat untuk menanggapi dampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Setelah tiba di Labuan Bajo pada Minggu sore, mereka langsung menuju Desa Golosepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat untuk memberikan bantuan.
Rombongan tersebut terdiri dari berbagai pimpinan partai, termasuk Ketua DPP Bidang Penanggulangan Bencana Tri Rismaharini dan Ketua DPP Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Ganjar Pranowo. “Kehadiran kami merupakan instruksi dari Ibu Megawati Soekarnoputri agar membantu masyarakat terdampak,” tuturnya.
Di lokasi pengungsian, para anggota DPP melihat langsung kondisi warga yang telah mengungsi. Banyak keluarga yang terpaksa bertahan di tenda-tenda sederhana akibat kerusakan rumah.
Untuk mendukung warga, rombongan membawa kebutuhan dasar seperti beras, minyak goreng, dan mi instan. “Kami ingin memastikan pengungsi mendapatkan apa yang mereka butuhkan,” imbuh Ribka Tjiptaning, Ketua DPP Bidang Kesehatan.
Bantuan termasuk tim dokter dan anggota Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan. Kehadiran tim kesehatan sangat penting di tengah kondisi pascagempa ini.
Sebelumnya, struktur PDI Perjuangan di NTT telah membuka posko untuk membantu pengungsi. Di Kabupaten Sikka, sekretariat DPC PDI Perjuangan bahkan digunakan sebagai tempat pengungsian sementara.
“Sekitar 50 warga berada di rumah partai tersebut,” kata salah seorang anggota PDI Perjuangan setempat. Di Kabupaten Manggarai Timur, PDI Perjuangan juga mendirikan tiga posko pengungsian untuk menampung total 48 kepala keluarga.
Kedatangan jajaran DPP PDI Perjuangan di Flores tidak hanya menandai awal gerakan kemanusiaan. Sebaliknya, ini memperkuat upaya yang sudah berjalan di tingkat daerah.
Fokus utama penanganan bencana adalah pada kebutuhan mendesak, termasuk tempat tinggal, distribusi logistik, dan layanan kesehatan. “Bencana adalah momentum untuk menguji struktur organisasi kami,” tegas Ganjar Pranowo.
Dengan instruksi pusat yang diterjemahkan di lapangan, PDI Perjuangan membuka posko dan mendistribusikan bantuan. “Momen ini menunjukkan bahwa kami hadir ketika masyarakat sangat membutuhkannya,” tutupnya.





