Perseteruan Neymar dan Thiago Mendes Memanas Usai Jabat Tangan Dingin

Jakarta, Maret.id — Persaingan yang semakin memanas antara Neymar dan Thiago Mendes mencapai puncaknya pada Minggu lalu. Dalam sesi jabat tangan sebelum pertandingan, Mendes secara sengaja mengabaikan superstar Santos tersebut, menciptakan momen yang viral di media sosial.
Ketegangan mulai terasa di Sãu Januário sebelum peluit kick-off dibunyikan. Mendes tidak menjabat tangan Neymar, yang menyebabkan reaksi emosional dari sang bintang. Akun media sosial resmi Neymar bahkan mengunggah emoji ratapan sebagai respons. Para pendukung Vasco turut berpartisipasi dengan membagikan gambar Neymar yang menangis.
Sahabat dekat Neymar, Jota Amancio, mengkritik Mendes melalui media sosial. Mengutip pernyataan Ronaldinho, ia menyoroti perbedaan antara pemain superstar dan mereka yang memiliki ego besar. “Orang-orang yang levelnya lebih rendah sering kali memiliki ego,” kata Amancio.
Permusuhan antara Neymar dan Mendes bukan hal baru. Insiden di Ligue 1 pada tahun 2020, ketika Mendes diusir akibat tekel keras yang mencederai Neymar, menjadi titik awal konflik ini. Walaupun Mendes meminta maaf, bekas luka dari insiden tersebut tidak kunjung hilang.
Neymar Senior juga mengungkapkan pandangannya yang tajam tentang kejadian itu. “Kami tidak menyikapi hal ini sepanjang pertandingan, tetapi kami memberi makan tipe pemain dan sikap seperti ini,” ujarnya saat itu.
Dinamika perseteruan berlanjut dalam pertandingan terbaru, di mana Neymar mengakui frustrasi akibat pelanggaran dari Mendes. Kedua pemain saling terlibat hanya berujung pada kartu kuning, namun adu mulut berlanjut hingga ke lorong setelah babak pertama. “Dengan segala hormat, dia idiot,” ungkap Neymar kepada media.
Kericuhan di lapangan turut mencerminkan provokasi di tribun. Para suporter Vasco menjadikan Neymar sebagai sasaran, dengan distribusi topeng provokatif dan sambutan negatif saat pemanasan. Rivalitas ini telah mengakar di kalangan pemain dan basis suporter.
Dengan berjalannya musim Brasileirão, baik Vasco maupun Santos memiliki agenda penting di tingkat domestik dan kontinental. Vasco dijadwalkan menghadapi Olimpia di CONMEBOL Sudamericana, sementara Santos siap melawan Macará dalam laga mereka sendiri.
Reaksi dari penggemar sepak bola Indonesia sangat beragam. Salah satu komentator sepak bola terkemuka mengungkapkan, “Rivalitas seperti ini membuat sepak bola di Brasil semakin menarik untuk diikuti. Kami di Indonesia juga ingin melihat perseteruan seganas ini dalam liga lokal kita.”





