PRESIDEN PERINGATKAN SOAL RUPIAH! DPR: TUJUANNYA TENANGKAN RAKYAT!

Jakarta, Maret.id — Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan pentingnya masyarakat tidak menyalahartikan pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait isu harga dolar AS yang menjulang hingga Rp17.500. Menurutnya, pernyataan tersebut dimaksudkan untuk menenangkan masyarakat dalam menghadapi dinamika nilai tukar yang sedang berfluktuasi.
Tujuan Pernyataan Presiden
Misbakhun menjelaskan, pernyataan Presiden Prabowo memiliki tujuan baik untuk mencegah kepanikan di kalangan rakyat. “Apa yang disampaikan oleh Presiden adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujarnya. Ia percaya, tidak seharusnya masyarakat terpengaruh oleh isu-isu yang dapat mengganggu ketenangan dan stabilitas ekonomi.
Presiden Prabowo telah menekankan pentingnya menjaga pandangan positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang dianggap masih sangat kuat. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPP Golkar, Misbakhun mendukung upaya-upaya Bank Indonesia (BI) untuk mengembalikan nilai tukar rupiah ke level yang lebih stabil.
Seruan untuk Stabilitas Ekonomi
Misbakhun menilai, Presiden Prabowo mengingatkan BI agar selalu mengendalikan nilai rupiah. “Kita harus kembali kepada nilai yang ideal,” tegasnya. Ia juga memperingatkan bahwa penggunaan dolar dalam transaksi sehari-hari akan sangat berdampak pada masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada barang-barang impor.
Ia menegaskan, “Impor komoditas menjadi penopang pertumbuhan ekonomi kita. Jadi, penting untuk memastikan nilai rupiah kembali stabil.” Langkah-langkah konkret dari BI dinilai perlu dilakukan untuk mencegah pelemahan lebih lanjut yang dapat mengganggu ekonomi domestik.
Respons Presiden Prabowo Terhadap Kekhawatiran Ekonomi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan pandangannya mengenai nilai tukar rupiah dalam sebuah acara resmi di Nganjuk, Jawa Timur. Ia memastikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil meskipun ada sejumlah pihak yang mencemaskan situasi tersebut.
“Saya yakin, banyak yang berpendapat Indonesia akan mengalami kolaps. Namun kenyataannya, banyak warga desa yang tidak menggunakan dolar dalam kehidupan sehari-hari mereka,” katanya. Pernyataan ini menggarisbawahi keyakinan Presiden bahwa Indonesia berada dalam posisi yang relatif aman.
Dalam situasi global yang tidak menentu, Presiden Prabowo optimis bahwa Indonesia akan tetap mampu mengelola aspek pangan dan energi tanpa gangguan serius. “Kita mendapatkan banyak berkah dari Yang Mahakuasa, dan seharusnya kita bersyukur atas kondisi ini,” tuturnya.
Meskipun disertai kekhawatiran dari berbagai pihak, Presiden Prabowo meminta agar publik tidak terjebak dalam narasi negatif mengenai ketahanan ekonomi nasional. Keberanian dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia.



