Mikel Arteta kritik aturan baru Premier League saat Arsenal krisis

Jakarta, Maret.id — Mikel Arteta mengkritik keputusan Premier League yang melarang penggunaan handuk untuk mengeringkan bola sebelum lemparan ke dalam. Manajer Arsenal tersebut mengemukakan kekhawatirannya bahwa perubahan ini dapat mengurangi efektivitas timnya dalam menyerang menjelang musim baru.
Arteta menyatakan bahwa larangan ini menandai perubahan signifikan dalam persiapan timnya menghadapi situasi bola mati. “Tidak bisa menggunakan handuk sudah menjadi hal besar,” kata Arteta dalam konferensi pers. Ia menambahkan dengan nada humor, “Mungkin kami akan bermain dengan memakai topi!”
Aturan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengurangi waktu yang terbuang di sepakbola Inggris. Musim lalu, penggunaan handuk dalam pertandingan ada pada area abu-abu yang memerlukan kesepakatan kedua tim. Salah satu momen kritis terjadi ketika Riccardo Calafiori menggunakan handuk di dekat gawang Newcastle, tetapi harus dicabut oleh wasit.
Dengan aturan baru ini, pemain tidak dapat lagi secara cermat mengeringkan bola sebelum melakukan lemparan jauh ke kotak penalti, yang sebelumnya menjadi taktik yang mendapat kritik luas. Premier League juga menerapkan langkah-langkah tambahan untuk mempercepat permainan, termasuk countdown untuk tendangan gawang dan lemparan ke dalam.
Protokol baru juga merampingkan penanganan cedera. Pemain yang cedera harus menunggu di luar lapangan selama satu menit setelah menerima perawatan. Jika ada kiper yang membutuhkan perawatan, pemain outfield dari tim yang sama juga harus meninggalkan lapangan.
Arsenal pernah dituduh melakukan permainan curang, khususnya ketika David Raya menerima perawatan beberapa kali dalam laga melawan Brighton. Namun, Arteta yakin timnya bisa beradaptasi dengan perubahan ini. “Kami harus melihat saat musim dimulai dan bagaimana ini berkembang,” katanya. “Ini adalah aturan yang sangat bagus karena mencoba mendorong lebih banyak waktu bermain.”
Arsenal memasuki musim Premier League dengan percaya diri setelah meraih kemenangan besar di final Community Shield. Mereka menaklukkan Manchester City 3-0 dan kini bersiap menghadapi Coventry dalam laga pembuka pada Jumat nanti.
Pakar sepakbola Indonesia, Bung Rojak, memberi tanggapan, “Larangan ini bisa memengaruhi strategi tim, tetapi Arsenal memiliki kekuatan dalam kreativitas dan adaptasi. Kita tunggu saja bagaimana mereka menanggapi perubahan ini.”





