Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan HUT RI 2023

Jakarta, Maret.id — Pada perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kabar baik datang dari dunia konservasi. Seekor anak gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) lahir di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Sumatera Selatan, pada Senin, 17 Agustus 2026.
Anak gajah berjenis kelamin jantan tersebut lahir dengan sehat dari indukan betina, Lestari, dan indukan jantan, Gapula. Proses kelahiran berlangsung antara pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, di bawah pengawasan intensif tim medis dan mahout, Sugito. “Bayi gajah tersebut sudah mampu berdiri tegak dan menyusu secara normal pada induknya,” tuturnya.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Daniwari Widiyanto, menyatakan bahwa kelahiran ini merupakan hadiah alam yang sangat berarti bagi upaya konservasi satwa dilindungi di Indonesia, terutama pada momen bersejarah Hari Kemerdekaan.
Dengan kondisi cuaca yang panas di PKG Jalur 21, tim medis BKSDA Sumsel segera melakukan tindakan penanganan khusus. Mereka menyiapkan naungan yang cukup serta memastikan ketersediaan air minum dan fasilitas mandi untuk menjaga suhu tubuh induk dan anak setelah kelahiran.
Selain itu, tim dokter hewan dan mahout memberikan pengawasan ekstra dengan memperkuat ketersediaan nutrisi harian. “Suplemen buah-buahan juga ditambahkan untuk mempercepat pemulihan fisik gajah Lestari,” imbuh [Daniwari Widiyanto], [Kepala BKSDA Sumsel].
Untuk memastikan tumbuh kembang bayi gajah berlangsung optimal, BKSDA Sumsel menerapkan pemantauan intensif selama 7×24 jam penuh. Tim di lapangan secara berkala mencatat perkembangan perilaku, respons fisik, serta kondisi fisiologis induk dan anak, sesuai dengan standar operasional prosedur kesehatan satwa captive di PKG Jalur 21.
Kelahiran ini memperkuat komitmen Kementerian Kehutanan dan BKSDA Sumatera Selatan dalam menjaga kelestarian gajah Sumatera agar terus berkembang biak dan terlindungi secara berkelanjutan.





