Di Balik Demo BEM UI, Tersimpan Sabotase dan Mobil Komando

Jakarta, Maret.id — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengklaim mengalami berbagai bentuk intimidasi menjelang aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Kepala Bidang Sosial dan Politik BEM UI, Muhammad Hafizh Hernanda, mengungkapkan bahwa intimidasi pertama yang mereka hadapi adalah sabotase moda transportasi bus Kopaja yang seharusnya digunakan untuk membawa massa.
“Dari awal kami ingin aksi. Dan sebelum aksi, bayangkan, Kopaja kami itu dikooptasi oleh aparat,” ujar Hafizh.
Ia juga menyebutkan adanya dugaan intervensi terhadap penyedia mobil komando sebagai pengangkut pengeras suara. Semua enam penyedia jasa yang dihubungi tiba-tiba membatalkan pesanan dengan alasan tertentu.
“Kami sudah mengontak enam mokom, yang ujung-ujungnya mereka semua tidak bisa dengan alasan-alasan tertentu. Akhirnya salah satu driver curhat bahwa mereka diancam dan tidak dibolehkan oleh pihak aparat maupun pemerintahan,” ungkap Hafizh.
Ia mengaku memahami situasi para sopir yang enggan mengambil risiko. “Saya sendiri tidak menyalahkan driver tersebut, karena mereka memang berada di posisi tidak berdaya,” sambungnya.
Akibat kendala itu, massa BEM UI terpaksa menyewa angkutan kota untuk menuju lokasi aksi. Mereka juga memodifikasi mobil pribadi tua agar dapat berfungsi sebagai mobil komando dengan alat pengeras suara rakitan.
“Bayangkan, untuk mobil komando saja kita dipersulit. Mobil komando yang kami bawa hari ini adalah hasil modifikasi dan buatan kami sendiri,” tegas Hafizh.





