BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Terasa Semu di 2023

Jakarta, Maret.id — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengeluarkan kritik tajam terhadap kondisi bangsa dan negara di usia 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka menilai kemerdekaan yang dirasakan rakyat saat ini masih bersifat semu.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Sosial dan Politik BEM UI, Muhammad Hafizh Hernanda, saat unjuk rasa di dekat Menara UOB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Agustus 2026. “Isu utama yang diangkat adalah kami rasa saat ini kemerdekaan yang dibawa oleh pemerintah itu kemerdekaan yang semu,” ujar Hafizh.
Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum mampu menghadirkan makna kemerdekaan yang hakiki bagi rakyat. Untuk menanggapi kondisi tersebut, BEM UI menyerahkan delapan poin tuntutan utama kepada pemerintah.
Tuntutan itu mencakup permintaan agar kebijakan dan praktik tidak baik dihentikan, termasuk penjajahan negara atas nama rakyat, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Massa juga mendesak penurunan harga BBM dan bahan pokok, menetapkan status bencana nasional untuk wilayah NTT dan Flores, serta menghentikan intervensi aparat TNI-Polri di ruang sipil. Selain itu, mereka meminta penghentian pemusatan kekuasaan, pembatasan Tenaga Kerja Asing, pengembangan otonomi daerah yang luas, serta implementasi reforma agraria sejati.





