Infrastruktur Harus Dukung Swasembada Pangan dan Transportasi

Jakarta, Maret.id — Pengembangan dan pengoperasian bandara di Indonesia dianggap berisiko terhadap keuangan negara jika tidak didukung oleh jumlah penumpang, maskapai, dan potensi pasar yang mencukupi.
Oleh karena itu, rencana pengembangan bandara perlu diawali dengan studi kelayakan yang mendalam agar pembangunan tidak berujung pada kebutuhan subsidi di masa mendatang.
Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Nasdem, Mori Hanafi, menegaskan bahwa keberadaan bandara harus didukung oleh lebih dari sekadar infrastruktur yang baik. “Bandara itu bisa hidup, enggak cuma bagus, tapi harus di-support oleh maskapai,” kata Mori.
Dia juga mengingatkan bahwa jika jumlah penumpang di suatu bandara tetap rendah, pemerintah mungkin akan terpaksa memberikan subsidi untuk menarik minat maskapai membuka rute penerbangan. Kebijakan ini, ujarnya, harus direncanakan dengan matang agar tidak membebani keuangan negara dalam jangka panjang.
“Saya khawatir nanti kalau kita dorong, kita boncos kebanyakan subsidinya,” imbuh Mori. Dia menekankan bahwa pengembangan bandara harus dilakukan setelah melakukan studi kelayakan untuk memastikan prospek ekonomi dan kebutuhan pasar.
Contoh yang diangkat oleh Mori adalah Bandara Kertajati di Jawa Barat, yang telah beberapa kali diupayakan untuk kembali berfungsi secara optimal. Dia mengungkapkan bahwa meskipun pemerintah telah mengeluarkan anggaran besar untuk memfasilitasi aktivitas di bandara tersebut, hasilnya belum sesuai harapan.
“Contohnya Bandara Kertajati kan beberapa kali kita coba bangkitkan, tapi itu enggak berhasil,” ujar Mori. Dia mendorong pentingnya pendekatan berbasis pasar dalam pengembangan bandara agar tidak mengabaikan realitas pasar.
“Harus berorientasi pada kepentingan pasar, itu yang paling utama,” tegasnya. Selain sektor penerbangan, Mori juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur jalan, terutama di wilayah dengan akses yang terbatas.
Dia menilai bahwa konektivitas antar daerah memainkan peran vital dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi agenda penting pemerintah. “Swasembada pangan itu enggak bisa sukses kalau jalannya tidak ada,” kata Mori.
Dia berharap pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pembangunan jalan penghubung antarwilayah, khususnya di daerah yang jauh dari pusat ekonomi. “Saya tetap berharap infrastruktur jalan yang menghubungkan antardaerah dalam rangka swasembada pangan ini benar-benar diperhatikan di negara ini,” pungkasnya.





