Gus Salam Yakin Maju Ketum PBNU Usai Dapat Restu Tiga Poros

Jakarta, Maret.id — Langkah KH Abdussalam Shohib, atau Gus Salam, untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 mendapat dukungan signifikan dari tiga poros pesantren terkemuka di Jawa Timur.
Dukungan tersebut datang dari PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, PP Lirboyo, dan PP Al-Falah Ploso Kediri. Gus Salam memperoleh dukungan ini setelah melakukan silaturahim dengan berbagai keluarga besar dan kerabat di wilayah Kediri dan Jombang.
“Ini bukan sekedar restu, tapi amanah. Melanjutkan perjuangan Mbah KH Bishri Syansuri, muassis-pendiri untuk berkhidmah menjaga NU, menjaga ideologi dan tradisi, dan menjaga umat demi kemashlahatan,” kata Nyai Hj. Muflichah Shohib, sesepuh Bani Bishri.
Ia juga menegaskan pentingnya Gus Salam untuk menjalankan tanggung jawab dengan baik jika terpilih memimpin PBNU. “Pokoknya, jangan kecewakan jam’iyyah dan jama’ah Nahdlatul Ulama, terutama keluarga besar Bani Bishri Syansuri. ‘Kembalikan NU ke dzurriyyah muassis’ bukan karena ekspresi emosional, tapi amanah arus bawah,” tambahnya.
Gus Salam melanjutkan agenda sowan ke PP Lirboyo, Kediri, ditemani oleh kakak-kakaknya untuk meminta restu dari KH Anwar Manshur, sesepuh dan pengasuh PP Lirboyo. Secara nasab, Gus Salam adalah cicit pendiri PP Lirboyo, Mbah KH Abdul Karim.
Kedatangannya disambut hangat oleh KH Anwar Manshur, yang juga merupakan Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur dan Mustasyar PBNU. Dalam pertemuan tersebut, Gus Salam memohon izin dan doa agar pencalonannya mendapat ridha dari masyayikh NU dan pesantren.
Setelah itu, Gus Salam menjalin silaturahim dengan sesepuh PP Al-Falah Ploso Kediri, KH Nurul Huda Djazuli, yang juga dikenal sebagai Mbah Yai Da’. Bagi Mbah Yai Da’, Gus Salam merupakan mantu keponakan.
“Maksud dan tujuan saya sama. Mohon izin, nasehat, restu, dan doa para masyayikh untuk berikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031,” ujar Gus Salam.
Ia menjelaskan bahwa silaturahim dengan para ulama di pesantren penting sebelum memasuki kontestasi kepemimpinan PBNU. Gus Salam menyatakan ketiga pesantren tersebut memiliki peranan penting dalam sejarah NU.
Gus Salam melanjutkan untuk bersilaturahim dengan ulama di berbagai daerah sebelum bertemu dengan PWNU dan PCNU se-Indonesia. “NU ini besar karena barokahnya para kiai. Tanpa restu dan doa mereka, kita bukan apa-apa,” tegasnya.
Muktamar ke-35 NU akan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Hingga saat ini, PWNU, PCNU, dan PCI NU belum menerima undangan resmi sebagai peserta. Dukungan dari tiga poros pesantren besar ini semakin memperkuat langkah Gus Salam dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU periode yang akan datang.





