Olahraga

Sheffield United Terancam Dikurangi 12 Poin Usai Likuidasi

Jakarta, Maret.id — Sheffield United menghadapi ancaman serius berupa pengurangan 12 poin di Liga Championship setelah perusahaan milik pemilik mereka saat ini diperintahkan untuk dilikuidasi oleh Pengadilan Tinggi. Kejadian ini muncul dari sengketa yang berkaitan dengan utang yang belum dibayar dari akuisisi klub sebelumnya, yang membuat para pendukung khawatir saat EFL memulai penyelidikan menyeluruh.

Menurut laporan dari Daily Mail, Sheffield United terancam pengurangan 12 poin menyusul keputusan Pengadilan Tinggi. United World, perusahaan investasi milik mantan pemilik Prince Abdullah Bin Mosaad Bin Abdulaziz Al Saud, mulai menuntut COH Sports Bidco yang mengklaim utang sebesar £35 juta belum dilunasi dari penjualan klub pada tahun 2024.

Pengadilan mengeluarkan perintah likuidasi terhadap perusahaan yang digunakan oleh pemilik saat ini, Helmy Eltoukhy dan Steven Rosen, untuk mengakuisisi klub asal Yorkshire tersebut. Akibatnya, EFL kini sedang meneliti apakah ini merupakan pelanggaran berat terhadap regulasi mereka, membuat kondisi klub semakin genting.

United World menyatakan bahwa Eltoukhy dan Rosen secara efektif berusaha mengambil alih Sheffield United tanpa melunasi utang £35 juta yang seharusnya dibayar. Meskipun kedua pemilik menanggapi tindakan hukum ini sebagai “aksi publisitas”, konsekuensinya sangat serius.

Seorang juru bicara United World mengatakan, “Tampaknya Helmy Eltoukhy dan Steven Rosen sama sekali tidak memedulikan apa arti ini bagi klub. Apa yang terjadi sekarang adalah hasil dari pilihan mereka. United World akan terus menuntut jumlah penuh.” Mereka juga mencatat bahwa telah berupaya menyelesaikan masalah ini secara damai dan memberikan kesempatan terakhir kepada para pemilik untuk menyelamatkan Sheffield United dari dampak tindakan mereka.

EFL menanggapi situasi ini dengan serius dan sedang mempertimbangkan dampak dari keputusan pengadilan. Pengurangan poin akan sangat merugikan Sheffield United dan ambisi mereka musim ini.

Dalam menanggapi krisis ini, seorang juru bicara EFL menyatakan, “EFL mencatat keputusan Pengadilan Tinggi untuk mengeluarkan perintah likuidasi terhadap COH Sports Bidco Limited. Liga akan mempertimbangkan implikasi dari perkembangan ini sesuai dengan regulasi yang berlaku, termasuk apakah tindakan lebih lanjut diperlukan.” EFL juga akan meninjau masalah regulasi lain yang muncul sehubungan dengan perubahan kepemilikan klub.

Sheffield United kini harus menunggu dengan cemas putusan akhir EFL mengenai sengketa kepemilikan ini. Jika EFL memutuskan bahwa peraturan telah dilanggar, klub berpotensi dijatuhi pengurangan 12 poin yang akan sangat merugikan. Eltoukhy dan Rosen perlu segera menemukan solusi dengan Prince Abdullah untuk melindungi masa depan tim dalam waktu dekat.

Reaksi dari sejumlah pendukung sepak bola di Indonesia terhadap situasi ini cukup khawatir, dengan banyak yang berharap agar klub-klub mereka tidak menghampiri masalah serupa. “Dari pengalaman kita, persoalan kepemilikan klub bisa berdampak besar. Semoga Sheffield United segera menemukan jalan keluar,” ujar Andi, seorang penggemar sepak bola lokal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button