Waspada! Pengaruh Utang Jumbo RSUP NTB Terhadap Kualitas Pelayanan Medis

Jakarta, Maret.id — RSUP NTB berhasil menuntaskan utang kontraktual sebesar Rp91,45 miliar, yang selama bertahun-tahun menjadi beban bagi operasional rumah sakit. Pelunasan ini terjadi dalam waktu satu bulan di bawah kepemimpinan direksi baru, yang menarik perhatian publik terhadap kinerja manajemen RSUP NTB.
Pencapaian Penting dalam Manajemen Keuangan
Pelunasan utang ini dianggap sebagai langkah krusial untuk mengurangi tekanan fiskal dan mempersiapkan dasar yang kuat bagi pengelolaan rumah sakit yang lebih baik dan berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya berdampak pada kesehatan finansial tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Proses pelunasan dimulai setelah rapat khusus yang dipimpin oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Pendopo Gubernur pada 13 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, Direktur RSUP NTB drg. H. Asrul Sani, M.Kes., bersama jajaran Wakil Direktur dan Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Halik, turut hadir untuk membahas langkah-langkah strategis ke depan.
Progres Pelunasan Utang yang Signifikan
Data manajemen per 6 Mei 2026 menunjukkan total kewajiban utang kontraktual tahun anggaran 2025 mencapai Rp91.445.484.400,83. Dalam periode sebelumnya, sebanyak Rp44.766.375.492,17 berhasil dilunasi. Namun, pada masa direksi yang baru, sisa kewajiban sebesar Rp46.679.108.908,66 diselesaikan hanya dalam satu bulan.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa Gubernur NTB memberikan apresiasi terhadap pencapaian ini. Ia juga menekankan agar pencapaian tersebut tidak hanya sebatas administratif. Pelunasan utang ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola rumah sakit dan membangun kembali kepercayaan publik.
Tanggapan Gubernur dan Harapan untuk Masa Depan
Gubernur NTB menyatakan bahwa setelah masalah utang terselesaikan, RSUP NTB harus segera mengambil langkah untuk melakukan pembenahan lebih lanjut. Menurutnya, ukuran keberhasilan rumah sakit tidak hanya dinilai dari ukuran fisiknya tetapi dari bagaimana masyarakat merasakan pelayanan yang cepat, nyaman, manusiawi, dan aman.
Keberhasilan RSUP NTB dalam melunasi utang ini bisa menjadi pendorong untuk perbaikan kualitas pelayanan kesehatan di Provinsi NTB. Tindakan yang cepat dan tepat dari manajemen rumah sakit diharapkan dapat menarik kepercayaan masyarakat serta memfasilitasi pelayanan kesehatan yang lebih baik di masa yang akan datang.





