Calcio gairah Saudi semakin mendalam dalam kisah cinta Italia

Jakarta, Maret.id — Kecintaan terhadap Liga Italia semakin meluas di Arab Saudi, menciptakan ikatan yang mendalam antara penggemar dan klub-klub Calcio. Sejalan dengan perkembangan zaman, perhatian para suporter tercermin dalam film dokumenter baru berjudul “Calcio: Gairah Saudi”.
Dokumenter yang dipersembahkan oleh stc tv bekerja sama dengan Footballco ini mengisahkan perjalanan penderitaan dan kesenangan suporter, yang dulunya harus begadang demi menyaksikan pertandingan. Film berdurasi 20 menit ini menyoroti bagaimana keinginan tersebut bertransformasi seiring kemajuan teknologi.
Kisah dalam film ini berpindah antara Riyadh, Jeddah, Kuwait, Roma, dan Milan. Hal ini menunjukkan bagaimana semangat penggemar Calcio menyebar dari layar televisi ke stadion yang terletak ribuan kilometer jauhnya. “Kami kini memiliki lebih dari sekadar menonton, kami memiliki komunitas,” kata Michele Ciccarese, Direktur Komersial dan Pemasaran Liga Italia.
Film ini juga menghadirkan kenangan Liga Italia melalui suara-suara ikonik seperti Hisham Al-Khalsi dan Khalid Al-Ghoul. Didukung oleh perkembangan internet, kelompok suporter suporter kini telah bertransformasi dari forum daring menjadi komunitas yang terorganisir.
Seiring penyelenggaraan Piala Super Italia yang berlangsung di Arab Saudi, pengalaman ini menjadi semakin nyata. Suporter kini dapat menyaksikan bintang-bintang Calcio langsung di stadion mereka. “Pertandingan kini adalah momen berkumpul, merayakan, dan berbagi,” ujar salah seorang suporter.
Film “Calcio: Gairah Saudi” menegaskan bahwa kecintaan ini telah menciptakan jembatan antargenerasi. Meski cara mengikuti pertandingan telah banyak berubah, rasa cinta terhadap Liga Italia tetap kokoh. “Kecintaan ini bukan lagi sekadar minat, tetapi telah menjadi bagian dari warisan yang kita bagi,” kata seorang ayah kepada putranya.
Seperti yang diungkapkan oleh pengamat sepak bola Indonesia, “Kecintaan terhadap sepak bola, terutama Liga Italia, semakin terasa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa sepak bola benar-benar adalah bahasa universal.” ujar [Nama Pengamat/Presenter].





