Waspada! 96% Pecandu Judi Alami Gangguan Mental, Kenali Efek Sampingnya!

Jakarta, Maret.id — Fenomena judi online di Indonesia saat ini telah menjadi isu yang sangat mengkhawatirkan. Akses yang mudah melalui telepon genggam serta meningkatnya promosi di platform digital membuat praktik perjudian semakin sulit dibendung, terutama yang menyasar anak-anak dan remaja.
Dampak Kesehatan Mental
Psikolog klinis Kasandra Putranto mengungkapkan bahwa kecanduan judi bukan hanya sekadar kebiasaan buruk, melainkan sudah masuk dalam kategori gangguan adiksi yang memiliki dampak serius terhadap kesehatan mental. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas individu yang terjebak dalam dunia perjudian sering kali mengalami gangguan psikologis lainnya.
“Sekitar 96 persen orang dengan masalah perjudian memiliki setidaknya satu gangguan kejiwaan lain yang menyertainya. Ini dapat berupa gangguan kecemasan, depresi, gangguan suasana hati, hingga penyalahgunaan zat,” jelas Kasandra.
Dalam konteks ini, gangguan perjudian kini diakui di dunia psikologi modern sebagai kecanduan perilaku, sejajar dengan kecanduan alkohol dan narkotika. Kondisi ini ditandai dengan dorongan kuat untuk terus berjudi meskipun pelaku sadar akan dampak negatif yang ditimbulkan.
Gejala Kecanduan Judi
Seiring berjalannya waktu, individu yang terlibat dalam perjudian sering kali merasa perlu untuk bertaruh dengan jumlah yang lebih besar demi mendapatkan tingkat kepuasan yang sama. “Ketika mereka mencoba berhenti, seringkali mereka mengalami gejala seperti mudah marah, gelisah, hingga stres berat, yang mirip dengan gejala putus zat pada pecandu narkoba,” tambahnya.
Kasandra mencatat bahwa perkembangan judi online jauh lebih masif dibanding dengan perjudian konvensional. Dengan hanya menggunakan smartphone dan koneksi internet, seseorang bisa berjudi kapan saja tanpa harus mendatangi lokasi tertentu.
Hasil studi menunjukkan bahwa desain permainan yang menarik dengan efek visual dan suara yang memikat serta janji kemenangan besar berkontribusi pada meningkatnya minat untuk bermain. “Permainan dirancang sederhana dan cepat, serta menciptakan sensasi emosional yang kuat, menjadikannya sulit untuk dilepaskan,” ujar Kasandra.
Target Utama: Kalangan Muda
Kelompok usia muda juga diindikasikan sebagai salah satu yang paling rentan terhadap kecanduan perjudian. Penelitian internasional menunjukkan bahwa anak laki-laki dan pria muda memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kecanduan judi dibandingkan kelompok usia lainnya.
Dengan kondisi yang semakin mencemaskan ini, berbagai pihak diharapkan untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam menanggulangi fenomena perjudian online. Kesadaran akan pendidikan mengenai dampak perjudian dan upaya pencegahan harus menjadi prioritas agar generasi muda terhindar dari jeratan praktik berbahaya ini.
Tindak lanjut dari pemerintah, dalam bentuk regulasi yang lebih ketat terhadap aktivitas perjudian online serta peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat, menjadi hal yang sangat mendesak untuk dilakukan. Dengan demikian, diharapkan permasalahan ini dapat diminimalisir dan dampak negatifnya terhadap kesehatan mental masyarakat dapat diatasi.





