Ratifikasi IEU CEPA Perkuat Kolaborasi Bisnis Indonesia

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia mengadakan dialog penting dengan Delegasi Uni Eropa dan para Duta Besar Negara-Negara Anggota Uni Eropa untuk memperkuat hubungan ekonomi dan mempercepat implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan, “Kami melihat IEU CEPA sebagai game changer untuk memperkuat perdagangan, investasi, diversifikasi rantai pasok, dan ketahanan ekonomi bilateral di kawasan ASEAN/Indo-Pasifik,” ucapnya di Jakarta pada Jumat, 20 Agustus 2026.
Dengan diimplementasikannya IEU CEPA mulai tahun depan, Indonesia akan memanfaatkan akses pasar, termasuk 90,4% pos tarif langsung menjadi 0%, serta pengurangan bertahap untuk 8,37%. Ini diharapkan dapat memperluas ekspor produk seperti sawit, alas kaki, kopi, furnitur, dan telekomunikasi.
Bagi Uni Eropa, perjanjian ini akan membuka akses pasar yang lebih luas di Indonesia, serta menyediakan pasokan produk yang lebih kompetitif. “Dokumentasi dalam versi bahasa Inggris sudah segera diselesaikan, dan ditargetkan di bulan Oktober mudah-mudahan bisa ditandatangani,” jelas Menko Airlangga.
Ia menambahkan, “Sesudah ditandatangani akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk mendapatkan ratifikasi,” ucapnya. Penandatanganan ini akan mempercepat implementasi di Indonesia melalui mekanisme Perpres yang sudah didiskusikan dengan DPR.
Diharapkan, ratifikasinya IEU CEPA akan membuka potensi investasi lebih besar ke Indonesia. Negara ini mendorong investasi Uni Eropa dalam sektor bernilai tambah tinggi seperti manufaktur maju, energi terbarukan, dan digital.
“Sekarang Eropa juga menjadi salah satu partner investasi Indonesia. Terlihat dalam beberapa waktu belakangan, banyak sekali Indonesia mendapatkan kunjungan dari negara-negara Eropa dan mereka membawa business delegation yang besar,” tutur Menko Airlangga.
Ia juga menyebutkan bahwa Generalised Scheme of Preferences (GSP) Indonesia akan berakhir pada akhir tahun ini. Oleh karena itu, ratifikasi cepat perjanjian IEU CEPA sangat penting agar tidak ada kesenjangan dalam implementasinya.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Y.M. Denis Chaibi, mengapresiasi agenda ini. “Ini adalah kesempatan fantastis bagi Negara-Negara Anggota Uni Eropa untuk menyatakan komitmen politik mereka untuk menandatangani CEPA sesegera mungkin,” jelasnya.
Chaibi menekankan bahwa ratifikasi akan menarik minat kuat perusahaan-perusahaan Eropa untuk berinvestasi di Indonesia.





