Manajer Belgia muak sebut 81 negara dalam konferensi pers

Jakarta, Maret.id — Manajer Norwich City, Philippe Clement, mengungkapkan rasa frustrasinya dalam konferensi pers hari Jumat lalu. Pelatih asal Belgia ini menyoroti handball yang terlewatkan dalam pertandingan pembuka musim timnya yang berakhir dengan kekalahan.
Norwich City memulai kampanye mereka di Championship dengan hasil kurang menggembirakan. The Canaries kalah 1-2 dari West Bromwich Albion di kandang sendiri dalam laga yang penuh ketegangan. Kekalahan tersebut berlangsung dengan cara yang menyakitkan bagi skuad Norwich.
Penyebab utama ketidakpuasan di kubu Norwich muncul ketika pemain West Brom, Aune Heggebø, mencetak gol pembuka pada menit ke-75 melalui aksi yang dianggap sebagai handball. Sayangnya, momen tersebut luput dari perhatian wasit, dan West Brom menggandakan keunggulan sebelum Norwich dapat mencetak gol balasan di masa injury time.
Clement, yang telah menjabat di klub tersebut sejak November 2022, datang ke konferensi pers dengan persiapan matang. Ia mempresentasikan sebuah daftar berisi 81 negara di mana teknologi VAR sudah diterapkan. “Albania, Aljazair, Argentina, Armenia…” ucap Clement, menjelaskan panjang lebar.
Pelatih berusia 52 tahun itu melanjutkan, “…Ukraina, Amerika Serikat, Uzbekistan, dan Venezuela,” menyelesaikan daftar itu beberapa menit kemudian. “Semua liga itu memiliki VAR. Ada negara-negara di antara mereka yang bahkan belum pernah bermain di Piala Dunia.”
Clement menegaskan, “Menurut saya, ini gila bahwa tidak ada VAR di Championship. Ini (kertas saya ini, red.) tidak akan mengubahnya,” ujarnya, menunjukkan kekecewaan yang mendalam sebelum beralih fokus pada pertandingan tandang melawan Millwall di akhir pekan.
Reaksi dari penggemar sepak bola Indonesia pun sangat beragam menanggapi situasi ini. Salah satu pengamat olahraga Indonesia mengungkapkan, “Keberadaan VAR sangat penting untuk meningkatkan keadilan dalam pertandingan. Ini adalah hal yang perlu dipertimbangkan oleh semua liga.”





