Pemerintah Buka Opsi Bantuan Negara Lain untuk NTT

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia diharapkan untuk lebih terbuka terhadap tawaran bantuan dari negara-negara sahabat dalam penanganan korban bencana gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pernyataan ini disampaikan oleh politisi senior PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, dalam keterangan resminya.
“Persoalannya bukan dari mana datangnya bantuan, tapi bagaimana kesulitan yang mereka hadapi agar segera teratasi,” tegas Andreas.
Dia menekankan pentingnya bantuan tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk sandang, pangan, serta hunian yang aman.
Andreas juga berharap pemerintah memerhatikan tahapan penanganan bencana secara komprehensif, terutama dalam pemulihan bangunan rumah warga yang terdampak dan fasilitas umum.
“Ini semua tentu butuh waktu, namun kalau bisa lebih cepat akan lebih baik,” imbuhnya.
Menyoroti sikap pemerintah terhadap bantuan asing, Andreas, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XIII DPR, menyatakan bahwa bantuan harus dilihat dari perspektif kemanusiaan.
“Namun apabila pemerintah Indonesia punya pandangan lain, maka mengelola bantuan ini harus menjadi tanggung jawab penuh pemerintah,” ujar Andreas.
Dia menegaskan perlunya pelaksanaan tanggap darurat dan proses pemulihan fisik serta mental sosial yang cepat.
Sebagai solusi, Andreas mengatakan bahwa agar tidak terkesan menolak uluran tangan negara lain, tawaran bantuan dari luar negeri sebaiknya diterima melalui pemerintah.





