Wamensos dan Humas Sekolah Rakyat Doakan Korban Bencana NTT

Jakarta, Maret.id — Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengajak seluruh peserta Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat untuk mendoakan masyarakat yang terkena dampak bencana alam, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Pertama, marilah kita mendoakan saudara-saudara kita yang saat ini sedang menghadapi musibah akibat bencana alam, baik yang terjadi di Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, maupun beberapa wilayah lainnya,” kata Agus Jabo saat menutup kegiatan yang berlangsung di Harris Hotel and Convention, Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor pada Jumat (21/8).
Ia berharap agar para korban bencana mendapat tempat yang baik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Untuk masyarakat yang terdampak dan harus mengungsi, Agus menginginkan agar semua kebutuhan mereka dapat terpenuhi.
“Kita berharap pemerintah dapat terus melakukan langkah-langkah penanganan, rehabilitasi, dan rekonstruksi agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal seperti sebelum bencana terjadi,” ungkapnya.
Usai mendoakan, Agus menjelaskan kepada peserta pelatihan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya tentang membangun fisik sekolah, tetapi juga tentang membangun harapan. Di balik itu, humas bertanggung jawab untuk memastikan harapan tersebut terlihat dan dirasakan oleh masyarakat.
“Tugas humas bukan hanya sekadar membuat berita, mengambil foto, atau video. Lebih dari itu, humas adalah wakil dan wajah dari Sekolah Rakyat,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya peran humas sebagai juru bicara yang memberikan informasi kepada publik.
Humas, lanjutnya, berperan strategis untuk membantu dan memperkaya ruang publik dengan informasi yang transparan dan aksesibel. “Sekolah Rakyat itu berbeda dengan sekolah-sekolah reguler yang lain. Ini yang harus menjadi dasar kita dalam menjalankan kerja-kerja humas,” ucap Agus.
Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dibangun oleh Presiden Indonesia dengan tujuan khusus untuk mengentaskan kemiskinan.





