Trenggalek Kembangkan Konservasi Penyu Berbasis Sains Bersama PDIP

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Trenggalek baru-baru ini menjalin kerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk mengembangkan konservasi penyu di pesisir Pantai Kili-Kili, Kecamatan Panggul. Kerjasama ini bertujuan untuk mengintegrasikan perkembangan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya pelestarian ekosistem.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengungkapkan pentingnya pengembangan wisata pesisir yang sejalan dengan pelestarian kekayaan hayati lokal. “Dengan dukungan semua pihak, tentu potensi-potensi bakal tergarap maksimal,” kata Mas Ipin, sambungnya ketika berkomentar mengenai peran Universitas Brawijaya dalam pengelolaan ekosistem pesisir.
Mas Ipin menjelaskan bahwa wilayah pesisir Trenggalek memiliki potensi hayati yang signifikan. Dia menekankan bahwa pengelolaan kawasan harus melibatkan upaya konservasi yang terukur dan berkelanjutan, bukan hanya sekadar membuka destinasi wisata.
Dia juga menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan UB yang memiliki keahlian dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan pengolahan data. “Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut demi keberlangsungan ekosistem,” imbuhnya.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menegaskan bahwa institusinya saat ini tengah aktif mengembangkan konservasi berbasis ilmu pengetahuan di kawasan Kili-Kili. Selain itu, mereka juga sedang membangun fasilitas laboratorium untuk mendukung penelitian ekosistem laut dan pesisir.
“Ini juga sebagai bentuk pengembangan ilmu. Jadi kami dari universitas dan Pemkab Trenggalek bersama-sama untuk meningkatkan kepeduliannya kepada alam di pesisir,” tuturnya.
Keterlibatan UB dalam proyek ini bukanlah hal yang baru, karena institut tersebut telah berpartisipasi sejak tahun 2000 dengan menggandeng kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas). Kolaborasi ini kini diperluas melalui konsep living laboratory, menjadikan kawasan pesisir tidak hanya sebagai lokasi konservasi, tetapi juga tempat pembelajaran dan penelitian.
Pengembangan living laboratory diharapkan dapat memperkuat basis ilmiah dalam usaha menjaga keberlanjutan habitat penyu dan kekayaan hayati lainnya. Bagi Pemkab Trenggalek, inisiatif ini merupakan upaya untuk menjaga keseimbangan antara potensi pariwisata dan kelestarian lingkungan.
Potensi wisata alam di wilayah pesisir Trenggalek mencakup Kecamatan Watulimo, Munjungan, hingga Panggul. Dengan karakter alam yang beragam, kawasan ini diyakini memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis konservasi dan edukasi.





