Ketua DPD PDIP Jatim Pastikan Program Kerakyatan Merata dan Tepat

Jakarta, Maret.id — Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, menegaskan pentingnya setiap program kerakyatan yang diperjuangkan partai serta anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur dapat dirasakan masyarakat secara merata.
Said menggarisbawahi bahwa kerja politik partai tidak hanya sebatas penyerapan aspirasi, tetapi juga pelaksanaan dan penyaluran program. Hal tersebut disampaikan dalam konsolidasi internal PDI Perjuangan yang dihadiri oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, di Vasa Hotel, Surabaya.
Konsolidasi ini melibatkan pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, DPC se-Jawa Timur, serta para wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Timur. “Kita ingin memastikan setiap program partai maupun program kerakyatan yang diperjuangkan wakil-wakil rakyat kita tepat sasaran,” ujarnya sambung Said.
Dia juga menambahkan bahwa keberhasilan program kerakyatan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, melainkan dari seberapa besar manfaat program tersebut bagi masyarakat.
Aspek pemerataan pun menjadi fokus utama pihaknya. Said menyatakan bahwa program kerakyatan seharusnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tanpa mengedepankan wilayah atau kelompok tertentu. “Bukan hanya tepat sasaran, tetapi juga harus merata. DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan memonitor dan langsung mengingatkan,” tegasnya.
Ia berharap pengawalan program dapat dilakukan dengan sistematis, mulai dari pengumpulan aspirasi hingga pelaksanaan di lapangan. “Keberadaan wakil rakyat tidak hanya terlihat ketika menyerap aspirasi, tetapi juga ketika memastikan aspirasi itu bermanfaat,” kata Said.
Selain memperkuat upaya kerakyatan, konsolidasi ini juga dijadikan momen untuk memperluas komunikasi dengan generasi muda. Said berpendapat bahwa anak muda harus memiliki ruang untuk mengemukakan gagasan dan kreativitas.
Dalam rangka itu, DPD PDI Perjuangan Jatim mempersiapkan inisiatif seperti RedCorner dan RedTalks sebagai wadah bagi generasi muda. “Anak muda tidak boleh hanya menjadi objek dalam politik, mereka harus menjadi subjek yang diberikan ruang untuk bicara,” imbuhnya.
Kedua inisiatif ini dirancang untuk membahas isu-isu yang dekat dengan kehidupan anak muda, mulai dari sosial, politik, hingga budaya. “Kita ingin mendengar apa yang dipikirkan anak muda, apa yang mereka keresahan, dan apa cita-cita mereka,” tegasnya.
Bagi PDI Perjuangan Jawa Timur, penguatan kerja kerakyatan dan perluasan komunikasi dengan generasi muda merupakan dua aspek penting dalam pekerjaan politik. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan program yang bermanfaat bagi rakyat dan membuka ruang bagi generasi selanjutnya dalam menentukan arah masa depan.





