Kemenag Ajak 1.781.945 Umat Berselawat Sambut Rabiulawal

Jakarta, Maret.id — Kementerian Agama Republik Indonesia merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan rangkaian acara bertajuk Blissful Mawlid 1448 Hijriah. Salah satu program utamanya adalah Gema Selawat Kebangsaan, sebuah inisiatif nasional yang mengajak masyarakat untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah melalui selawat dan pengamalan akhlaknya.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, menyatakan bahwa Gema Selawat Kebangsaan dirancang sebagai wadah untuk menghidupkan tradisi selawat. Ini juga sebagai bentuk peneladanan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berkomunitas maupun bermasyarakat.
“Rabiulawal adalah momentum untuk memperbanyak selawat dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah. Tetapi cinta tidak cukup berhenti pada lantunan selawat,” ucap Muchlis. Ia menambahkan bahwa cinta harus diwujudkan dalam akhlak Rasulullah, seperti kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian terhadap tanah air.
Muchlis menjelaskan bahwa target partisipasi 1.781.945 orang dipilih sebagai simbol dari peringatan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Angka ini mencerminkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah dapat menjadi energi spiritual dalam memperkuat persatuan dan kecintaan kepada tanah air.
“Selawat untuk negeri berarti menghadirkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah dalam merawat Indonesia,” ungkapnya. Ia berharap semangat berselawat dapat mendorong masyarakat untuk membangun kehidupan yang damai, adil, dan saling menghormati.
Gema Selawat Kebangsaan juga ditujukan sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Dalam konteks gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dan kebakaran hutan di Kalimantan, gerakan ini mengajak masyarakat untuk mendoakan dan menunjukkan kepedulian.
Salah satu kegiatan utama dalam Gema Selawat Kebangsaan adalah pembacaan dan khataman kitab Dalā’il al-Khayrāt, karya Imam Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli. Kitab ini telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan umat Islam di Indonesia.
Pembacaan kitab tersebut akan dilaksanakan secara bertahap selama seminggu. Masyarakat dapat berpartisipasi secara berjemaah di masjid, majelis taklim, atau secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengenalan dan kecintaan kepada Rasulullah.
Rangkaian Blissful Mawlid 1448 H dan Gema Selawat Kebangsaan dijadwalkan diluncurkan pada 26 Agustus 2026. Peluncuran ini akan menandai dimulainya gerakan nasional yang melibatkan semua elemen masyarakat.
Muchlis menekankan bahwa semangat Blissful Mawlid sejalan dengan perhatian Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang damai dan penuh persaudaraan. Peringatan Maulid Nabi diharapkan dapat menembus batas seremoni dan mendorong pengamalan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan semangat ‘Selawat untuk Negeri, Teladan Nabi untuk Indonesia’, kami mengajak masyarakat menjadikan Rabiulawal bukan sekadar momen memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga untuk menghidupkan teladan beliau,” tutup Muchlis.





