Kebakaran Desa Adat Sade Perlu Diusut Tuntas Secara Hukum

Jakarta, Maret.id — Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menyisakan keprihatinan mendalam. Ratusan bangunan di kawasan permukiman adat Suku Sasak terdampak, membuat banyak warga kehilangan rumah dan tempat tinggal.
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, mengungkapkan bahwa penanganan kebakaran harus melampaui pemulihan pascabencana. Ia menegaskan pentingnya mengusut tuntas penyebab kebakaran secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya meminta agar penyebab kebakaran Desa Adat Sade diusut tuntas. Jangan sampai setelah api padam, pertanyaan masyarakat justru dibiarkan tanpa jawaban,” tegas Saadiah. Ia menekankan bahwa kawasan Sade merupakan bagian integral dari identitas, sejarah, dan warisan budaya masyarakat Sasak.
“Yang terbakar bukan hanya bangunan. Ada rumah, ada kenangan, ada sejarah, ada warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, negara harus hadir,” imbuhnya.
Saat ini, aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dengan membentuk tim Inafis untuk mengumpulkan barang bukti, mendokumentasikan lokasi, serta meminta keterangan dari saksi dan warga terdampak. Proses penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran masih berlangsung.
Saadiah mendorong agar proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis bukti. “Kita tidak boleh terburu-buru menyimpulkan penyebabnya. Apakah faktor kelistrikan, kelalaian, atau faktor lainnya, semuanya harus dibuktikan melalui penyelidikan yang profesional. Masyarakat berhak mengetahui kebenarannya,” ujar Saadiah.
Ia juga memperingatkan agar pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali dari aspek fisik. Pemulihan harus mempertimbangkan keberlangsungan kehidupan warga serta kelestarian nilai adat dan budaya Sade.
“Kita ingin Sade bangkit. Tetapi ketika dibangun kembali, jangan sampai identitas dan nilai adatnya hilang. Pemulihan harus menghadirkan keselamatan dan kepastian bagi warga, sekaligus menjaga warisan budaya,” kata Saadiah.
Saadiah mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera memastikan kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk tempat tinggal sementara, kesehatan, pendidikan, serta perlindungan bagi kelompok rentan.
Menurutnya, tragedi Sade harus menjadi moment penting untuk memperkuat sistem pencegahan dan mitigasi kebakaran di kawasan permukiman adat dan destinasi wisata budaya.
“Kita berduka untuk Sade. Tetapi dari duka ini harus lahir evaluasi dan pembenahan. Jangan sampai kejadian serupa terulang di kawasan adat lainnya,” tutup Saadiah.





