Politik

Hasto Ajak Anak Muda Sehat, Olahraga Bangun Kekuatan Bangsa PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda untuk hidup sehat melalui olahraga. Menurutnya, berolahraga tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga mengajarkan disiplin dan sportivitas yang esensial dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Hasto menyampaikan pesan tersebut saat berlari pagi bersama anak-anak muda di Lapangan THOR, Surabaya, pada Senin (24/8/2026). Dalam kegiatan itu, ia berlari bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Armuji, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, anggota DPR RI Novita Hardini, dan komunitas Sub Banteng Kalcer Surabaya.

Acara berlangsung santai, dengan Hasto dan peserta lain berinteraksi dengan warga serta komunitas pelari yang memanfaatkan lintasan atletik untuk berolahraga. “Menjaga kesehatan itu dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana. Yang terpenting dilakukan dengan gembira, disiplin dan konsisten,” tutur Hasto.

Hasto menjelaskan, budaya hidup sehat memiliki makna yang lebih luas. Masyarakat yang sehat adalah fondasi penting untuk membangun masa depan bangsa. “Kalau anak-anak muda kita terbiasa hidup sehat, mencintai olahraga, kita sedang membangun kekuatan bangsa dari manusianya,” imbuhnya.

Hasto yang dikenal aktif berolahraga ini juga menggarisbawahi bahwa olahraga bukan hanya untuk kebugaran fisik. Ia menekankan, olahraga membangun karakter generasi muda dengan mengajarkan ketekunan, kepatuhan terhadap aturan, dan penghormatan terhadap lawan.

Pemilihan Lapangan THOR menjadi lokasi kegiatan pagi ini memiliki makna historis. Lapangan itu, yang berada di kawasan Darmo, memiliki sejarah panjang dalam olahraga Kota Surabaya. Nama THOR awalnya merupakan nama klub sepak bola pada masa kolonial yang kini menjadi bagian dari identitas lapangan.

Lapangan ini dipindahkan ke lokasi sekarang pada 1937 dan setelah sejumlah renovasi, lintasan atletiknya diresmikan pada 2017. Saat ini, THOR menjadi pusat aktivitas atletik yang dimanfaatkan oleh masyarakat, atlet, dan komunitas pelari.

“Tempat ini punya sejarah panjang… Hari ini, tempat bersejarah ini terus hidup karena dipakai masyarakat untuk menjaga kesehatan,” kata Hasto. Ia berharap agar lebih banyak ruang olahraga publik seperti THOR yang dirawat dan dimanfaatkan masyarakat.

Hasto menyoroti pentingnya keberadaan jogging track yang bisa diakses masyarakat dengan mudah. Salah satu pelari dari Sub Banteng Kalcer, Eko Wahyono, menambahkan bahwa perluasan fasilitas olahraga publik sangat diperlukan. Ia menekankan, “Budaya olahraga akan tumbuh lebih cepat kalau masyarakat mudah menemukan tempat yang aman di dekat tempat tinggalnya.”

Kegiatan lari pagi merupakan bagian dari rangkaian acara Hasto selama berada di Surabaya. Sebelumnya, pada Minggu (23/8), ia mengikuti konsolidasi internal PDI Perjuangan Jawa Timur di Vasa Hotel Surabaya. Ia dijadwalkan menghadiri final Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Senin malam.

Hasto menegaskan bahwa semua aktivitas ini berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda. “Politik pada akhirnya juga harus berbicara tentang kualitas manusia Indonesia. Generasi mudanya harus sehat, kuat, dan disiplin,” tegas Hasto.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button