Wajib Ketahui! Amalan 10 Hari Pertama dan 6 Hari Istimewa di Bulan Zulhijah!

Jakarta, Maret.id — Bulan Zulhijah merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan dan makna khusus dalam kalender Islam. Dalam bulan ini terdapat momen penting bagi umat Islam, terutama pada sepuluh hari pertama yang sebaiknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal ibadah.
Dalam kajian di kalangan ulama, bulan Zulhijah merupakan salah satu dari empat bulan haram, yang juga mencakup Zulkaidah, Muharam, dan Rajab. Kelebihan dari bulan ini sangatlah menonjol, terutama pada sepuluh hari pertama yang dihargai oleh umat Muslim sebagai waktu yang penuh dengan rahmat.
Puncak Keutamaan Ibadah (10 Hari Pertama Zulhijah)
Selama sepuluh hari pertama Zulhijah, sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak zikir. Khususnya pada hari Arafah, dianjurkan menambah intensitas zikir lebih dari biasanya.
Kebaikan ini juga telah dicatat dalam Al-Qur’an, khususnya di Surat Al-Hajj ayat 28 yang menegaskan keutamaan mengingat nama Allah pada hari-hari tertentu, menjadikan sepuluh hari pertama Zulhijah sebagai waktu yang tepat untuk melakukan ibadah lebih banyak lagi.
Hari Arafah (9 Zulhijah)
Hari Arafah, yang jatuh pada tanggal 9 Zulhijah, dikenal sebagai salah satu hari paling istimewa dalam agama Islam. Pada tahun ini, Hari Arafah akan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Pada hari ini, jemaah haji di seluruh dunia melaksanakan wukuf di Arafah, sementara bagi umat Islam yang tidak berhaji, sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah.
Keutamaan puasa Arafah adalah pengampunan dosa selama satu tahun sebelumnya dan satu tahun yang akan datang. Ibadah ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak doa dan mohon ampunan kepada Allah SWT.
Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah)
Hari Raya Iduladha yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijah, pada Rabu, 27 Mei 2026, merupakan momentum penting bagi umat Islam. Perayaan ini identik dengan penyembelihan hewan kurban, yang diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Iduladha mengajak umat Islam untuk mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menegakkan iman kepada Allah.
Dengan menyebarkan daging kurban, umat Islam tidak hanya memenuhi kewajiban ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di antara mereka. Perayaan Iduladha merupakan waktu yang baik untuk mempererat relasi antarsesama serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Hari Tasyrik (11-13 Zulhijah)
Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari setelah Hari Raya Iduladha, yaitu dari tanggal 11 hingga 13 Zulhijah. Selama hari-hari ini, umat Islam dilarang untuk melaksanakan puasa sunah yang biasa dilakukan. Namun, justru disarankan untuk memperbanyak zikir dan takbir.
Dalam Al-Qur’an, terdapat perintah untuk mengingat Allah pada hari-hari tertentu, di mana mayoritas ulama menafsirkan ini sebagai merujuk kepada Hari Tasyrik. Ini merupakan momen penting yang melanjutkan refleksi serta perayaan setelah Iduladha.
Ibadah Haji (Momentum Persaudaraan Umat Islam)
Bulan Zulhijah sangat identik dengan pelaksanaan ibadah haji, yang menyatukan jutaan umat Islam dari seluruh dunia. Para jemaah berkumpul di Tanah Suci, mengenakan pakaian ihram sebagai simbol kesetaraan di hadapan Allah, tanpa membedakan ras, bahasa, atau status sosial.
Melalui ibadah haji, umat Islam menunjukkan persatuan dan ikatan yang kuat sebagai satu umat. Kegiatan ini mencerminkan kebersamaan dalam melakukan rukun Islam kelima, mengingatkan mereka tentang pentingnya persaudaraan di antara sesama Muslim.
Momentum Muhasabah
Zulhijah juga menjadi bulan terakhir dalam kalender Hijriah, sehingga menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri terhadap amal dan ibadah yang telah dilakukan sepanjang tahun. Ini merupakan kesempatan untuk memperbaiki kualitas ibadah serta meningkatkan amal salih.
Dengan memanfaatkan momentum ini, diharapkan umat Islam dapat memasuki tahun baru Hijriah dengan lebih baik, lebih fokus pada kebaikan dan amal sholeh. Hasil dari evaluasi ini juga akan memperkuat komitmen untuk terus beribadah dan berkontribusi positif bagi masyarakat.



