Enrique tampar Dembele usai pergantian mengejutkan di Barcelona

Jakarta, Maret.id — Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, mengambil keputusan tegas dengan menarik Ousmane Dembele di tengah laga melawan Rennes, di mana timnya tertinggal dua gol tanpa balas. Keputusan ini mencerminkan ketidakpuasan Enrique terhadap penampilan Dembele di babak pertama.
Setelah penyerang asal Prancis itu tampil di bawah standar, Enrique memasukkan Ferran Torres dan Mika Godts untuk mengubah momentum tim. Torres langsung menjawab kepercayaan pelatih dengan mencetak dua gol dalam debutnya, membawa PSG meraih hasil imbang 2-2.
Keputusan mengganti Dembele menuai perhatian khusus di program “After Foot” di radio “RMC”. Analis Walid Acherchour menyatakan bahwa tindakan Enrique mengisyaratkan bahwa tidak ada pemain yang kebal terhadap penggantian, terlepas dari nama besarnya. “Kita menyaksikan keputusan lain dari seorang pelatih hebat, di mana ia mengganti peraih Ballon d’Or,” kata Acherchour.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kebangkitan PSG di babak kedua menunjukkan pesan penting: kelalaian tidak dapat diterima. “Jika kamu tidak dalam kondisi terbaikmu, maka kamu keluar dari persaingan,” tambahnya.
Enrique sendiri menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah serangan pribadi pada Dembele atau Kvaratskhelia. Ia menyatakan, “Jika kamu berfokus pada apa yang telah kamu menangkan sebelumnya, maka kamu tidak akan memenangkan apa pun.” Ia juga menegaskan pentingnya konsistensi di setiap latihan dan pertandingan.
Pergantian strategis Enrique bukan hanya di lini serang. Ia juga mengganti Joao Neves dengan Fabian Ruiz dan memasukkan Beraldo untuk menggantikan Vitinha, yang kemudian memberikan karakter baru pada tim di babak kedua.
Pemandangan di PSG tidak hanya menarik di lapangan. Sejumlah penggemar sepak bola Indonesia memberikan pandangan bahwa pendekatan disiplin yang diterapkan Enrique dapat membawa dampak positif bagi kemajuan tim. “Saya sangat mendukung pelatih yang memberi peluang kepada pemain untuk buktikan diri. Ini adalah langkah yang sangat tepat,” kata Rizky, seorang penggemar berat PSG di Jakarta.





