Pelatih Al-Ittihad kritik krisis Diaby dan bela En

Jakarta, Maret.id — Pelatih kepala Al Ittihad asal Jerman, Jens Wissing, menyatakan kepuasannya setelah timnya meraih kemenangan tipis 3-2 atas Al Hazm dalam lanjutan Liga Roshn Saudi. Ia menekankan bahwa padatnya jadwal pertandingan mempengaruhi performa pemain, terutama di babak kedua.
Wissing juga menjelaskan alasan di balik ketidakhadiran pemain Prancis, Moussa Diaby, meskipun ikut berlatih. Sementara itu, ia memberikan dukungan penuh kepada penyerang asal Maroko, Youssef En-Nesyri, meskipun kritik terhadap performanya belakangan ini cukup tajam.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Wissing mengatakan, “Kami senang dengan kemenangan ini, dan tidak ada laga yang mudah di tengah padatnya jadwal pertandingan.” kata Wissing. Ia melanjutkan bahwa timnya telah bermain lima pertandingan dalam dua minggu, tampil baik di babak pertama, namun kehilangan ketajaman di babak kedua.
Pelatih berusia 39 tahun itu juga mencatat bahwa, “Tentu saja kami senang dengan awal kami, ini adalah awal yang baik untuk musim ini, tetapi masih banyak yang harus dikerjakan.” kata Wissing. Ia menegaskan bahwa mereka masih memantau peluang-peluang di bursa transfer.
Setelah menjalani lima pertandingan dalam kurang dari dua minggu dengan hasil empat kemenangan, Al Ittihad belum mengalami kekalahan. Terkait absenya Diaby, Wissing menjelaskan, “Jawabannya sederhana, ketika seorang pemain datang dan mengatakan bahwa dia belum siap secara mental, maka dia tidak bisa diturunkan.”
Ia menambahkan, “Saya menginginkan pemain-pemain yang siap, dan pada periode mendatang kami memiliki jadwal pertandingan yang sangat padat.” Menurut Wissing, jika seorang pemain tidak sepenuhnya siap, ia tidak akan diturunkan.
Wissing menekankan bahwa timnya masih perlu meningkatkan performa mereka untuk mencapai standar yang diinginkan. “Kami terus bekerja untuk mengembangkan diri, karena kami ingin menyuguhkan sepak bola yang mengandalkan intensitas tinggi, tetapi kami belum mencapainya.”
Ia juga menyebutkan, “Kami bermain tiga hari lalu melawan Al Qadsiah, dan kami mengeluarkan upaya fisik yang besar, dan tentu saja itu memengaruhi kami.” Menurutnya, timnya menghadapi lawan yang menguras stamina dengan strategi permainan tertentu.
Dalam membela En-Nesyri, Wissing mengatakan, “Youssef En-Nesyri adalah salah satu pemain terbaik yang saya miliki.” kata Wissing. Ia menegaskan bahwa kritik publik tidak mempengaruhi penilaian terhadap En-Nesyri.
Wissing menyimpulkan, “Boleh jadi dia tidak berhasil dalam mencetak gol, tetapi dia memberikan upaya yang tinggi dan luar biasa, dan itu adalah hal yang penting bagi saya.”
Di kalangan penggemar sepak bola di Indonesia, banyak yang memantau perkembangan tim-tim luar negeri, termasuk Al Ittihad. “Saya berharap En-Nesyri bisa segera menemukan kembali ketajamannya, karena kami semua tahu dia memiliki kualitas yang sangat baik.” ujar Doni, salah satu penggila sepak bola di Jakarta.





