Politik

Wayang Kulit Warnai Hari Jadi Blitar ke

Jakarta, Maret.id — Kabupaten Blitar merayakan Hari Jadi ke-702 dengan menggelar pagelaran wayang kulit berjudul Bimo Bangkit. Acara tersebut berlangsung pada malam hari, Senin (24/8/2026), di Alun-Alun Kanigoro.

Bupati Blitar, Rijanto, menekankan pentingnya menjaga seni tradisi dan gotong royong. “Pagelaran wayang kulit memiliki arti penting, karena seni tradisi tidak akan bertahan apabila hanya disimpan sebagai warisan masa lalu,” tegas Rijanto.

Rijanto juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam acara ini. Ia menyatakan bahwa dukungan dan semangat gotong royong masyarakat menjadi kunci kesuksesan rangkaian kegiatan. “Semua rangkaian kegiatan ini tidak lepas dari dukungan dan gotong royong seluruh pihak,” sambungnya.

Tema Hari Jadi Blitar ke-702, “Manggih Raharja Blitar Kuncara”, membawa harapan agar Kabupaten Blitar semakin sejahtera dan mampu menunjukkan prestasinya. Rijanto berharap semarak perayaan kali ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Diharapkan setiap agenda memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” imbuh Rijanto. Pagelaran budaya ini diharapkan menjadi bagian dari pembangunan daerah yang lebih berarti.

Selain pagelaran wayang kulit, Rijanto juga menyerahkan penghargaan kepada masyarakat dan lembaga yang berjasa bagi daerah. Penghargaan diberikan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penghargaan itu mencakup Gebyar Semarak Desa/Kelurahan, dan penghargaan untuk tokoh berprestasi serta capaian kinerja terbaik di tingkat kecamatan. “Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pemerintah,” tuturnya lebih lanjut.

Momentum Hari Jadi ke-702 ini dihadirkan untuk memastikan tradisi dan budaya lokal terus hidup seiring dengan pengembangan potensi daerah. Wayang kulit, dalam hal ini, berfungsi sebagai ruang untuk mengeksplorasi seni dan budaya.

Dengan semangat gotong royong, masyarakat diajak berperan aktif. Peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan akhir dari seluruh rangkaian perayaan.

Rijanto menekankan bahwa semarak Hari Jadi tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi harus memperkuat kebersamaan dan menghidupkan potensi lokal. “Menjaga tradisi bukan berarti berhenti pada masa lalu, melainkan menemukan kembali identitas dan kekuatan untuk melangkah ke depan,” ujar Rijanto.

Semangat “Manggih Raharja Blitar Kuncara” diharapkan dapat terwujud dalam aksi nyata untuk menjadikan Kabupaten Blitar lebih berdaya dan berjaya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button