Pegulat Mesir Hilang di Slovakia Kementerian Olahraga Terus Berupaya

Jakarta, Maret.id — Federasi Gulat Mesir mengonfirmasi hilangnya Ziad Haggag, pegulat timnas junior berusia 19 tahun, dari tempat menginap tim nasional di Slovakia. Kejadian ini terjadi setelah partisipasinya di Kejuaraan Dunia, dan langkah-langkah resmi kini tengah diambil untuk menemukan keberadaannya serta mengungkap latar belakang peristiwa tersebut.
Menurut laporan yang disampaikan saluran “Al-Arabiya”, insiden ini bermula saat anggota tim nasional bersiap untuk berlatih. Staf teknis meminta semua pemain untuk hadir, namun Haggag memberitahukan rekan-rekannya bahwa ia akan menyusul dalam beberapa menit.
Sayangnya, Haggag tidak muncul untuk sesi latihan, dan ponselnya kemudian dimatikan. Diketahui bahwa ia telah meninggalkan hotel tempat tim menginap sejak hari Minggu tanpa memberi tahu pihak manapun.
Setelah menyadari hilangnya Haggag, Ahmed Rashed, bendahara federasi sekaligus ketua rombongan di Slovakia, segera melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kedutaan Besar Mesir, serta pihak berwenang. Langkah ini diambil agar proses pencarian dapat segera dimulai.
Informasi tambahan menyebutkan bahwa ayah Haggag, yang tinggal di Provinsi Asyut, sebelumnya sempat mengunjungi putranya di Pusat Olimpiade di Maadi sebelum keberangkatan tim. Ia juga menandatangani surat pernyataan resmi di kantor pencatatan sipil, berisi tanggung jawab hukum terkait kepulangan putranya ke Mesir.
Diyakini bahwa kepemilikan visa Schengen memungkinkan Haggag untuk meninggalkan lokasi tim. Namun, hingga saat ini, lokasi dan keberadaannya masih belum diketahui.
Kementerian Pemuda dan Olahraga terus berkomunikasi dengan pihak Federasi Gulat Mesir dan pihak terkait lainnya, untuk memverifikasi detail kejadian dan menemukan Ziad Haggag. Penyelidikan juga dibuka guna mengetahui penyebab hilangnya sang pegulat serta meminta pertanggungjawaban kepada pihak-pihak yang dianggap lalai.
Reaksi dari komunitas olahraga Indonesia sangat peduli dengan kondisi Ziad Haggag. “Kami berharap ia segera ditemukan dan diberikan perlindungan yang sepatutnya,” kata Aji Santoso, mantan pelatih tim nasional Indonesia.





