Kekeringan Melanda 4 Desa di Jateng

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyalurkan 29.000 liter air bersih untuk membantu 647 warga yang terdampak kekeringan di empat desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Penyaluran ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat di daerah yang terdampak. Sumber daya air juga dioptimalkan Kementerian PU untuk menjaga ketersediaan air bagi pertanian.
Distribusi air bersih ini dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kabupaten Boyolali; Desa Mernung dan Desa Ngroto, Kabupaten Blora, Jawa Tengah; serta Desa Banyu Urip, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Di Kabupaten Boyolali, BBWS Bengawan Solo menyalurkan 4.000 liter air bersih bagi 45 kepala keluarga atau 115 jiwa di Desa Sidomulyo. Sementara itu, di Kabupaten Blora, 4.000 liter air dibagikan untuk sekitar 150 jiwa di Desa Mernung, dan 5.000 liter untuk sekitar 202 jiwa di Desa Ngroto.
Di Kabupaten Ngawi, sebanyak 16.000 liter air bersih disalurkan kepada 80 kepala keluarga atau sekitar 180 jiwa di Dusun Tambakselo, Desa Banyu Urip. Air tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa kekeringan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan kekeringan. “Dukungan air bersih dilakukan secara cepat dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi lapangan,” ujar Dody.
“Selama kondisi kekeringan, kita harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap air, terutama untuk kebutuhan dasar sehari-hari,” kata Dody pada Selasa, 25 Agustus 2026. “Kementerian PU akan terus mengoptimalkan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia untuk membantu masyarakat terdampak,” sambungnya.





