Keberanian Postecoglou Posisikan Ronaldo di Tengah Tekanan Media

Jakarta, Maret.id — Dalam laga Al Nassr melawan Al Ettifaq, pelatih Ange Postecoglou mengambil keputusan yang mengejutkan dengan mengganti Cristiano Ronaldo di antara dua babak pertandingan. Saat timnya membutuhkan sentuhan untuk kembali ke jalur kemenangan, kehadiran Ronaldo ditarik demi memasukkan pemain lain, yang menimbulkan pertanyaan penting: Apakah usia mulai mempengaruhi performa Ronaldo?
Keputusan ini mengingatkan pada pertandingannya di Piala Dunia 2026 di Houston, di mana Ronaldo gagal mencetak gol dan hanya menyentuh bola sekitar 20 kali. Sejak mencetak penalti melawan Ghana di Piala Dunia 2022, Ronaldo telah menjalani 10 pertandingan besar dan melepaskan 33 tembakan tanpa gol.
Kritik terhadap performanya semakin tajam. Thierry Henry, mantan bintang Prancis, mencatat, “Timlah yang perlu mencetak gol, bukan individu,” saat menganalisis penampilan Ronaldo. Gelandang Kongo, Ngalayel Mukau, menyatakan, “Kami tahu ia bukan lagi pemain seperti dulu, dan bahwa ia sudah semakin tua, tetapi ia tetap salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah.”
Di sisi lain, Roberto Martinez, mantan pelatih Portugal, berpendapat bahwa menarik Ronaldo di saat tim membutuhkan gol adalah keputusan yang tidak masuk akal: “Pengalaman Ronaldo di kotak penalti tak tergantikan.”
Setelah pertandingan di Dammam, Postecoglou menunjukkan keberanian yang berbeda dibandingkan Martinez. Ia menarik Ronaldo demi keseimbangan tim dan hasilnya berbuah manis dengan kemenangan 3-2 berkat dua gol Sadio Mane dan satu gol dari Al-Amri.
Statistik pertandingan menunjukkan performa Ronaldo yang kurang memuaskan, dengan hanya dua tembakan dan keterlibatan terbatas dalam serangan. Ronaldo hanya menyentuh bola tujuh kali di babak pertama dan tidak menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.
Dengan usia 41 tahun, Ronaldo kini menghadapi tantangan berat di Al Nassr. Setelah penampilan yang mengecewakan di Piala Dunia, ia tampaknya berhadapan dengan kenyataan bahwa faktor usia tidak bisa diabaikan lagi.
Namun, menyatakan bahwa akhir kariernya telah tiba masih tergolong prematur. Karier gemilang Ronaldo tidak bisa dinilai hanya berdasarkan satu pertandingan. Namun, pertanyaan tentang kapan ia harus menerima kenyataan bahwa performanya tidak lagi setara dengan masa jayanya kini muncul ke permukaan.
“Mungkin ini saatnya lebih banyak pelatih membahas peran dan pengaruhnya di lapangan,” kata seorang pengamat olahraga lokal. Seorang penggemar sepak bola Indonesia menambahkan, “Kami ingin melihat Ronaldo beraksi, tapi kami juga memahami bahwa waktu terus berlalu.”





