SAMBUT PERAYAAN WAISAK 2026: BIMAS BUDDHA DAN MBMI HARUS SANTUNI ANAK YATIM PIATU BUDDHIS!

Jakarta, Maret.id — Pada tanggal 18 Mei 2026, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha melalui Sub Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, bekerja sama dengan Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI), menggelar acara sosial yang bertajuk “Pembinaan Anak Yatim/Piatu Buddhis dan Pemberian Tali Asih” di Lembaga Penyantun Anak (LPA) Guna Nanda, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Vesakha Sananda 2570 BE, yang bertujuan untuk memberikan perhatian kepada anak-anak yatim/piatu beragama Buddha yang sedang membutuhkan dukungan.
Kegiatan ini diadakan sebagai wujud kepedulian dan kasih sayang kepada sesama, serta untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai cinta kasih (metta) dan welas asih (karuṇā) di masyarakat. Dalam acara ini, Kasubdit Pendidikan Dasar dan Menengah, Budi Sulistiyo, hadir dan menyampaikan apresiasinya kepada MBMI atas kerjasama yang diwujudkan dalam aksi sosial tersebut.
Pentingnya Kegiatan Sosial Berkelanjutan
Budi Sulistiyo menegaskan bahwa kegiatan seperti ini perlu diadakan secara terus menerus agar nilai-nilai kebajikan dapat berkembang dalam masyarakat. Selain itu, Nyoman Suriadarma, Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha, juga menyampaikan pentingnya untuk memberikan perhatian yang holistik kepada anak-anak LPA Guna Nanda.
“Acara hari ini diadakan dalam rangka menyemarakkan Vesakha Sananda 2570 BE, menyambut peringatan Waisak yang akan jatuh pada 31 Mei 2026,” ujar Nyoman.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan tali asih, tetapi juga menekankan pentingnya persaudaraan dalam ajaran Dhamma.
Komitmen terhadap Anak-anak Yatim/Piatu
Agus Jaya, Ketua Umum MBMI, juga turut menyampaikan dorongan kepada anak-anak di LPA Guna Nanda. Ia berpesan agar mereka merasa beruntung memiliki koneksi dengan ajaran Buddha dan dapat tumbuh menjadi individu yang berguna bagi bangsa dan negara.
“Semoga pertemuan hari ini menjadi jodoh karma yang berkelanjutan,” ungkap Agus Jaya. “Kalian adalah anak-anak yang beruntung, dan diharapkan dapat menjadi generasi yang dapat memberi manfaat bagi nusa dan bangsa.”
Acara ini diakhiri dengan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan anak-anak dalam kegiatan sosial, dan diharapkan dapat membangkitkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Kesadaran Sosial dalam Ajaran Buddha
Dengan acara ini, pihak penyelenggara berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perhatian terhadap anak-anak yatim/piatu di sekitar kita. Aksi sosial ini menjadi salah satu bentuk implementasi ajaran Buddha yang mengedepankan nilai kasih sayang dan kepedulian sosial.
“Kesadaran tentang pentingnya berbagi dan peduli kepada sesama harus terus kita tanamkan dalam diri kita sendiri,” tutup Nyoman Suriadarma pada akhir acara.
Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk terus melakukan aktivitas positif demi meningkatkan kesejahteraan sosial, khususnya bagi mereka yang paling membutuhkan.





