Olahraga

Akos Buzsaky mantan gelandang QPR dilaporkan hilang

Jakarta, Maret.id — Mantan gelandang Queens Park Rangers dan Plymouth Argyle, Akos Buzsaky, dilaporkan hilang di Hungaria, memicu kecemasan yang mendalam di kalangan mantan klubnya di Inggris. Polisi setempat saat ini sedang mencari mantan pesepakbola tersebut, yang sudah tidak terlihat selama lebih dari sepekan, sementara komunitas sepak bola bersatu berharap untuk kehadirannya kembali dengan selamat.

Menurut laporan dari Hungaria, Buzsaky hilang lebih dari seminggu, dan kepolisian aktif mencarinya. Kekhawatiran pun melanda klub-klub Inggris yang pernah dibela Buzsaky. Queens Park Rangers segera mengungkapkan kepedulian mereka melalui media sosial. “Kami semua berdoa agar dia ditemukan dalam keadaan selamat dan baik-baik saja…” kata QPR dalam pernyataannya.

Buzsaky mencatatkan 125 penampilan untuk QPR dan mencetak 24 gol, termasuk tampil menonjol dalam musim Premier League 2011-12. Plymouth Argyle juga mengeluarkan pernyataan dukungan, mengungkapkan kepedulian mereka terhadap kabar mengkhawatirkan tentang Buzsaky. “Semua orang di Plymouth Argyle berharap Akos segera ditemukan dalam keadaan selamat…” ujar klub tersebut.

Dalam karirnya, Buzsaky juga pernah memperkuat Portsmouth dan Barnsley. Ia memulai perjalanan profesionalnya di MTK Budapest dan juga sempat bermain di Porto di bawah asuhan Jose Mourinho, sebelum berkarir di Inggris. Buzsaky kembali ke Hungaria pada 2013 dan bergabung dengan Ferencvaros, sebelum akhirnya pensiun dari sepak bola profesional pada 2015 akibat masalah cedera.

Setelah pensiun, Buzsaky membahas pergulatan pribadinya, termasuk terjerumus dalam kecanduan. “Kecanduan itu ada apa saja: judi, alkohol, narkoba. Saya terjerumus ke salah satunya…” kata Buzsaky dalam sebuah podcast, menunjukkan tantangan yang dihadapinya setelah pensiun.

Pihak berwenang Hungaria akan melanjutkan pencarian untuk menemukan Buzsaky seiring berjalannya waktu. Para penggemar dan mantan rekan setim sangat menantikan pembaruan dari polisi mengenai keberadaannya. “Kami harus bersatu dan terus berharap untuk kabar baik.” ujar Dimas, seorang penggemar sepak bola di Jakarta, menyampaikan dukungannya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button