Purbaya Tegaskan Prabowo: Rakyat Desa Gak Pakai Dolar Hanya Untuk Menghibur!

Jakarta, Maret.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan klarifikasi terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pemakaian dolar di masyarakat desa. Menurutnya, pernyataan tersebut seharusnya dipahami sebagai candaan yang bertujuan untuk menghibur rakyat.
Purbaya menjelaskan bahwa ucapan Prabowo yang dikatakan dalam konteks perdesaan tidak perlu diambil secara serius. “Untuk menghibur rakyat saja di situ. Saya lihat konteksnya di perdesaan waktu kemarin itu, enggak apa-apa ngomong begitu,” tuturnya di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin, 18 Mei 2026. Ucapan tersebut juga dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa isu yang diangkat berkaitan dengan masyarakat yang mungkin kurang paham tentang nilai tukar mata uang.
Presiden Bukan Tidak Memahami Ekonomi
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa ucapan Prabowo tidak berarti Presiden tidak memahami kondisi ekonomi global dan permasalahan nilai tukar rupiah. “Itu kan bicara di pedesaan, konteksnya di situ untuk orang sana. Bukan berarti Pak Presiden tidak mengerti rupiah, dia kan jago, benar-benar,” jelasnya.
Menteri Purbaya juga merespon pertanyaan mengenai dampak penguatan dolar terhadap masyarakat desa. Ia menyoroti konsep inflasi impor dan menyatakan bahwa hal tersebut tidak selalu berdampak signifikan bagi masyarakat bawah. “Emang mereka ngerti imported inflation? Kalau dijelasin berapa banyak yang ngerti? Secara teoritis imported inflation tidak terlalu signifikan kok,” ungkapnya.
Perdebatan Seputar Inflasi Impor
Purbaya juga mencatat bahwa dalam sejumlah literatur ekonomi, dampak inflasi impor masih menjadi perdebatan di kalangan akademisi. “Kalau baca buku-buku ekonomi yang benar, kadang-kadang jelas, kadang-kadang enggak. Bahkan ada yang meragukan adanya imported inflation,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengakui ada sejumlah orang yang menilai Indonesia berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Ia mengatakan bahwa beberapa orang merasa khawatir akan nilai dolar, padahal masyarakat di desa sejatinya tidak menggunakan dolar dalam kehidupan sehari-hari.
Fokus Pada Kesejahteraan Rakyat
Pernyataan Prabowo pun mendapat respon positif dari berbagai kalangan, terutama dalam konteks perekonomian lokal. Masyarakat desa, menurut Purbaya, lebih terfokus pada penghidupan sehari-hari yang tidak langsung terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar dolar.
Dengan demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus memperhatikan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang lebih terisolasi dari perkembangan ekonomi global. Reaksi ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha mengedukasi masyarakat mengenai ekonomi dengan cara yang lebih mudah dipahami.
Klarifikasi dari Menteri Purbaya ini diharapkan dapat meredakan ketegangan di kalangan masyarakat yang mungkin merasa khawatir atas situasi ekonomi yang terjadi saat ini. Di tengah perdebatan tersebut, penting untuk terus meneruskan dialog terbuka mengenai masalah-masalah ekonomi demi kepentingan semua lapisan masyarakat.





