Prabowo Tanggapi Harapan Gus Yahya Muktamar NU 2031

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto mengomentari harapan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya untuk kembali membuka Muktamar NU yang dijadwalkan pada 2031 mendatang.
Dalam pidatonya pada pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Prabowo mengungkapkan apresiasi atas undangan ke acara penting tersebut. “Saya tidak mengatur ini semua saya juga tidak mengerti. Saya tentunya mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar yang diberikan kepada saya sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-8 hadir di Muktamar ke-35,” kata Prabowo.
Ia selanjutnya merujuk pada pelaksanaan Muktamar ke-36 yang akan datang dan merespons harapan Gus Yahya untuk turut hadir. Prabowo mencatat kesamaan angka antara Muktamar dan tahun pelaksanaannya, meskipun hasilnya tidak berakhir dengan angka 8. Ia menjelaskan, “Tadi disebut Muktamar yang ke-36 adalah tahun 31. Ini kan 35, nantinya 36 tahun 31 ya 3 sama 6 itu 9 ya kan 3 tunggu, tunggu, tunggu tahun 31 itu 3 tambah 1 itu 4, 9 tambah 4 itu 13.”
Gus Yahya, dalam sambutannya, juga menekankan pentingnya kehadiran Prabowo pada Muktamar ke-36. “Lima tahun lagi kita akan muktamar lagi, Muktamar ke-36 pada tahun 2031. Saya tidak tahu mungkin ini agak susah untuk diotak-atik menjadi angka yang bagus. Tapi dalam hati saya tetap berharap semoga nanti dibuka oleh Presiden Prabowo lagi, InsyaAllah,” tutur Gus Yahya.
Pernyataan Gus Yahya ini memunculkan interpretasi politik mengenai dukungan Nahdlatul Ulama terhadap kepemimpinan Prabowo hingga Tahun 2031.





